Our Last Stop

Our Last Stop

  • WpView
    reads 35
  • WpVote
    Stemmen 3
  • WpPart
    Delen 4
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd woe, jun. 26, 2019
WpInfo
Fictie
Mysterie
Hidup tanpa teman? hal yang sudah biasa dilalui oleh Navis, siapa yang mau berteman dengan seseorang yang dingin, cuek, dan datar. Sampai akhirnya Vivian, seorang perempuan cantik nan manis menawarkan sebuah pertemanan, hingga akhirnya Navis terjatuh dalam pesona Vivian. Namun ia tak melupakan tugasnya yaitu balas dendam atas kematian kedua orangtuanya, yang selama ini membuatnya tetap hidup.
Alle rechten voorbehouden
#6
stop
WpChevronRight
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)
  • Good Killer [Completed]
  • No Longer Human [ Viva Fantasy S1 × F!Readers]
  • Senandung Kematian [Selesai]
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • Game Over: Losing Control
  • Perjalanan Ke Masa Lalu
  • Ice Love [COMPLETE]✔
  • VIVIAN'S STORY (COMPLETE)✓✓
  • Nav's Stories

Ia terbangun dalam tubuh yang bukan miliknya. Jiwa tanpa ingatan, terperangkap dalam raga seorang penjahat yang bahkan dunia pun enggan mengingat namanya-Navarro. Namun, kematian tidak semudah itu membiarkannya pergi. Dengan setiap langkah, ia menggali nasib yang telah digariskan untuk tubuh ini: takdir kelam yang berujung pada kehancuran. Dan saat kebebasan tampak mustahil, sesuatu yang lebih mengerikan datang menghantuinya-ikatan paksa dengan iblis neraka. Rahasia demi rahasia menyelubunginya, seperti jaring yang semakin rapat menjerat. Masa lalu Navarro yang terkutuk, kekuatan gelap yang bersembunyi di sudut jiwanya, dan bayang-bayang yang memburunya tanpa henti. Takdir telah menggoreskan kisah yang tak bisa ia ubah, tetapi jika ia hanya pasrah, maka akhir dari semua ini hanyalah kematian. Dibelenggu oleh dosa yang bukan miliknya, dikejar oleh takdir yang ingin menghabisinya, ia harus memilih: menyerah pada kehancuran atau menantang langit dan neraka untuk menulis ulang nasibnya sendiri. Tapi bisakah seseorang yang bahkan tidak tahu siapa dirinya melawan takdir yang telah tertulis?

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen