We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
[✔️]Yuju's Diary

[✔️]Yuju's Diary

  • WpView
    Reads 3,286
  • WpVote
    Votes 284
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 28, 2019
WpInfo
Fanfic
Seventeen
Hanya tulisan-tulisan yuju tentang kesehariannya
All Rights Reserved
#379
dokyeom
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKHTA TANPA JIWA
  • Aya dan Pak Dosen Galak!
  • [2] Papa and Four twin || 𝙽𝚌𝚝⁰⁰
  • BASTARA DARA (SEASON II)
  • Family sex!?
  • mela · ˖𖧧
  • MY GHOST ✔️  [Full 21++] Pdf
  • {WN} Shadow Slave III
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • LEONATHAN (𝙗𝙤𝙮𝙥𝙪𝙨𝙨𝙮 End)

Yogyakarta, 2005. Di usia 29 tahun, Raden Mas Hanggar Arisya merasa hidupnya bukan lagi miliknya. Sebagai pewaris takhta, ia terjepit di antara dua dunia: kecintaannya pada kebebasan modern bersama Alysia Verbeke, kekasihnya yang berjiwa liberal, dan tuntutan kolot para sesepuh keraton. Bagi keraton, Alysia adalah ancaman. Wanita keturunan pahlawan-Belanda itu dianggap terlalu liar dan tidak akan sudi tunduk pada protokol paugeran yang kaku. Paman Hanggar, KGP Joyodiningrat, memberi ultimatum: Hanggar harus segera naik takhta demi stabilitas, namun syarat utamanya adalah menikahi Sekar Ayu, gadis ningrat yang dianggap "sempurna" karena kepatuhannya. Hanggar membenci rencana itu. Baginya, Sekar hanyalah wanita yang "dijual" oleh keluarganya demi posisi politik. Namun, ancaman kudeta internal dan kesehatan ayahnya yang kian memburuk memaksanya menyerah. Ia terpaksa melepas Alysia dan menikahi Sekar dalam sebuah upacara megah namun hampa. Maka dimulailah kehidupan Hanggar di dalam istana sebagai penguasa baru yang dingin. Ia memakai mahkota emas, namun batinnya mati. Ia berbagi ranjang dengan Sekar, namun tak pernah berbagi hati. Inilah awal dari Takhta Tanpa Jiwa, sebuah kisah tentang kekuasaan yang dibangun di atas reruntuhan cinta dan harga diri yang dikorbankan demi tradisi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines