We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FROM FRIEND TO LOVERS

FROM FRIEND TO LOVERS

  • WpView
    Reads 272
  • WpVote
    Votes 89
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Kisah percintaan ini bermula dari persahabatan antara So Hyun dan Soobin . Mereka saling mencintai,tetapi ada satu hal yang tidak bisa menyatukan mereka,yaitu janji. Mereka berdua sudah berjanji tidak akan berubah begitu juga persahabatan mereka, hingga suatu saat Soobin tidak bisa mengubur dalam dalam perasaannya kepada So Hyun ,dia menyatakan cinta kepadanya,So Hyun pun mempunyai perasaan yang sama seperti Soobin tapi dia tidak bisa .itu semua membuat Soobin frustrasi hingga pergi dari rumah .Dan di jalan Soobin tidak menyadari bahwa ada mobil yg melaju kencang dari arah berlawanan, dia tertabrak dan kehilangan ingatannya untuk selamanya. Selama 4 tahun mereka tidak pernah bertemu hingga saatnya mereka bertemu di satu tempat kerja .
All Rights Reserved
#28
kwc2
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • Love Letters [END]
  • Cegil Komplek [00L]
  • CRAZY COUPLE
  • TXT VS ITZY [FINISH] ✅✅
  • Dandelion (EXO FANFICTION) COMPLETED
  • BERANDALAN ~BYUN BAEKHYUN~

Novel bisa dibeli di Shopee Jaehana_Store BAGIAN KEDUA SAPTA HARSA VERSI NOVEL || KLANDESTIN UNIVERSE "Kenapa lo jahat sama gue! Kenapa kemarin lo pergi? Kenapa? Kenapa lo ninggalin gue? Kenapa lo tega, Jen?" Haikal tak bisa lagi menahan kesedihan yang telah menumpuk di dalam dirinya. Jendral hanya tertawa kecil. "Lo ngomong apasih, Kal? Gue nggak pergi ke mana-mana, kita kan selalu sama-sama. Gue mana pernah ninggalin lo. Ayo ikut, gabung sama yang lain." Ia menarik tangan Haikal, mengajaknya berlari menuju sisi lain dari air mancur itu. Di sana, semua anggota Klandestin berkumpul. Beberapa duduk di atas ayunan yang berderit pelan, ayunan tersebut dihiasi dengan lampu-lampu kecil yang mengelilinginya. "Bang Haikal! Kenapa telat? Kita nungguin loh!" seru Cakra. "Kal, sini, ada mainan yang cocok buat lo," tambah Reihan. Namun, Haikal menggeleng. Ia justru menggenggam erat tangan Jendral di sampingnya. "Kenapa, Mbul? Main sana," Jendral menatapnya dengan heran. Haikal menggeleng lagi, kali ini dengan lebih kuat. "Gue takut," bisiknya, suaranya hampir tak terdengar. "Takut?" Jendral tertawa, seolah-olah hal itu adalah lelucon. "Seorang Haikal takut?" Haikal mengangguk, menahan diri untuk tidak menangis. "Gue takut kalo genggaman tangan gue lepas, lo bakalan pergi."

More details
WpActionLinkContent Guidelines