Devan & Nabila

Devan & Nabila

  • WpView
    Reads 3,998
  • WpVote
    Votes 285
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 16, 2021
"Kamu punya pacar ya?" Tebak Nabila yang membuat Devan sedikit terlonjak mendengar ucapannya. "E--enggak" elaknya cepat. "Hahaha ngga usah gitu juga kalik ekspresinya, biasa aja. Udah jujur aja sama aku" Namun Devan hanya diam, haruskah ia jujur sekarang pada wanita ini?? "Apakah kekasih kamu itu tahu tentang pernikahan ini?" Tanya Nabila. "Kok kamu nanya-nya gitu sih? Seolah-olah aku emang udah punya pacar?" Ucap Devan yang langsung mendongakkan kepalanya mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir wanita yang tak lain adalah istrinya itu. "Tanpa kamu jawab aku juga udah ngeh kali'. Sepertinya aku perlu menjelaskan padamu tentang kuatnya insting seorang wanita apalagi ISTRI jadi sepandai apapun laki-laki menyembunyikan sesuatu darinya, perempuan tetap akan tahu" ucapan Nabila sontak saja membuat Devan berkeringat dingin mendengarnya. Murni hasil pemikiran sendiri 😊!! PLAGIAT MENJAUH!!!
All Rights Reserved
#65
devan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • Bad Boy Erlangga
  • Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔)
  • Unplanned marriage
  • No Cerai No Pisah!
  • KALINDRA
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • CINTA DAN BENCI

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines