Story cover for Devan & Nabila by NiaAja9
Devan & Nabila
  • WpView
    Reads 3,997
  • WpVote
    Votes 285
  • WpPart
    Parts 19
  • WpView
    Reads 3,997
  • WpVote
    Votes 285
  • WpPart
    Parts 19
Ongoing, First published Jun 24, 2019
"Kamu punya pacar ya?" Tebak Nabila yang membuat Devan sedikit terlonjak mendengar ucapannya.

"E--enggak" elaknya cepat.

"Hahaha ngga usah gitu juga kalik ekspresinya, biasa aja. Udah jujur aja sama aku" 

Namun Devan hanya diam, haruskah ia jujur sekarang pada wanita ini??

"Apakah kekasih kamu itu tahu tentang pernikahan ini?" Tanya Nabila.

"Kok kamu nanya-nya gitu sih? Seolah-olah aku emang udah punya pacar?" Ucap Devan yang langsung mendongakkan kepalanya mendengar pertanyaan yang terlontar dari bibir wanita yang tak lain adalah istrinya itu.

"Tanpa kamu jawab aku juga udah ngeh kali'. Sepertinya aku perlu menjelaskan padamu tentang kuatnya insting seorang wanita apalagi ISTRI jadi sepandai apapun laki-laki menyembunyikan sesuatu darinya, perempuan tetap akan tahu" ucapan Nabila sontak saja membuat Devan berkeringat dingin mendengarnya.








Murni hasil pemikiran sendiri 😊!!






PLAGIAT MENJAUH!!!
All Rights Reserved
Sign up to add Devan & Nabila to your library and receive updates
or
#330dia
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
No Cerai No Pisah! cover
Broken Flower ( Spin Off TERJEBAK) cover
Perfect Love (Angkasa Kehidupan_Completed✔) cover
ALDIR cover
Gue Jadi Istri Muda ? cover
Suamiku Amnesia (REPOST) cover
Sahabat Jadi Cinta [END] cover
AMNESIAL (END) cover
GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT) cover
CINTA BEDA KARAKTER cover

No Cerai No Pisah!

57 parts Ongoing Mature

Devon menyodorkan surat cerai tepat ke depan muka Rosa. Pria itu tak terlihat main-main. Pada akhirnya pernikahan yang mereka lalui tidak berhasil meskipun Rosa sudah mencoba sebisanya. Rosa menginginkan Devon. Sangat membutuhkan kekuasaan keluarga Wijaya yang berada di genggaman Devon. Dia tak bisa pergi, tak akan mau. Ketika Rosa tengah memutar otak untuk menunda perceraian ini, tiba-tiba saja petir menyambar Devon secepat kilat! "Ja-jangan mati!!!! Ambulans! Tolong, siapa saja panggil ambulans!" jerit Rosa dengan derai air mata bercucuran. Sementara itu, Devon bergeming di tempatnya. Asap-asap hitam mengepul keluar dari sekujur tubuh dan perickan listrik seperti melompat-lompat di atasnya. Namun bukan itu yang penting. Sebuah suara melengking yang pria itu kenal jelas, merasuki kepalanya dengan kurang ajar. Devon bisa mendengar suara isi pikiran Rosa tanpa sepengetahuan wanita itu. Dan darahnya dibuat mendidih. 'Siapa bilang laki-laki ganteng di dunia ini cuma Devon? Cuih! Manusia macam dia mending bertapa di gunung jadi biksu. Percuma dikasih istri secantik aku kalo matanya nggak dipake,' ujar Rosa dalam hati. Gigi Devon bergemeletuk menahan amarah. "ROSA!!" --- Baca lanjutannya di Innovel/ Dreame Gratis!