Cinta Yang Tak Biasa

Cinta Yang Tak Biasa

  • WpView
    Reads 4,326
  • WpVote
    Votes 103
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
Perjalanan seseorang lelaki yang menjaga keteguhan nya untuk tetap istiqomah tidak berpacaran, walaupun beberapa kali ia mencintai seorang wanita. Ia menemui sosok wanita muslimah yang sangat dikagumi nya. Wanita yang berparas cantik dan selalu menjaga aurat nya. Senyum yang sangat indah yang ia miliki, namun ia jaga paras nya itu dengan sebuah cadar. Namun lelaki tersebut merahasiakan tentang rasa nya kepada wanita tersebut. Hingga pada akhirnya, ia menemui waktu yang pas untuk mengutarakan isi hati nya. Tetapi ia tidak terburu-buru. Diawali dengan proses ta'aruf untuk lebih saling mengenal. Dan diakhiri dengan menjadi pasangan halal yang dikagumi setiap kalangan.
All Rights Reserved
#200
istiqomah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Assalamualaikum Imamku
  • Gus Zhafi
  • Hijrahku Karena-Mu
  • Cinta Dalam Istikharah [Open PO]
  • Alur Bersamamu [Complated]
  • Cinta tak keliru (END)
  • Halal Is My Way[TERBIT]
  • Tahajud Cinta Kayra (REVISI)
  • mencintaimu dalam do'a

[cerpen spiritual] ~~ Suamiku, Aku sangat bersyukur kepada Tuhan telah mengirimmu untuk menjadi penggenap imanku. Ketika aku datang dengan berjuta kekurangan, kamu melengkapi dengan segenap yang kamu miliki. Suamiku, Aku tahu. Aku bukan perempuan sempurna. Tapi izinkan aku menjadi istri yang bisa berbakti terhadap suaminya dan juga kedua orang tuanya. Aku ingin mencintaimu dengan cara yang baik dan selalu berdoa untuk mendapatkan ridhoNya. Suamiku, Aku suka dengan caramu memperlakukanku. Ketika diri ini berbuat sesuatu yang salah, kamu tidak memarahiku. Kamu justru membimbingku. Aku tidak menyangka bisa mendapatkan lelaki sepertimu. Tuhan baik sekali ya padaku? Kamu lelaki terhebat setelah ayahku. Suamiku, Terimakasih sudah memilihku menjadi pendampingmu. Kamu itu unik. Tapi kamu jahat. Dulu kamu selalu membuatku terus-terusan memkirkanmu. Padahal waktunya belum tepat, tapi itulah kamu. Selalu saja berhasil masuk dalam bayang-bayang pikirku. Suamiku, Aku perempuan yang beruntung bukan? Bisa mendapat lelaki sepertimu, cinta pertama dan terakhirku. Sudah kubilang. Tuhan baik sekali padaku, sampai-sampai tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana bahagianya aku. Iya kamu. Kekasih halalku, imam dunia akhiratku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines