Puisi Di Cangkir Kopi

Puisi Di Cangkir Kopi

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 25, 2019
Tentang seikat sunyi yang menjelma menjadi kata-kata. Lalu hidup meski tanpa kehidupan itu sendiri. Bernapas tanpa udara, dan terbang tanpa sayap.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hikayat : Tetes Embun Jatuh di atas Sajadah (Book)
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • Pegasus
  • _IKATAN DI ATAS KERTAS_
  • friend (chikara)
  • Talking To The Moon
  • Hidup itu Luka

Ini bukan sekadar cerita. Ini adalah ziarah sunyi seorang jiwa yang mencari jalan pulang-melalui luka, tanya, dan cahaya yang tak kasat mata. Ilham, tokoh utama, tidak sedang mencari dunia; ia sedang mencari dirinya sendiri yang tertinggal di balik doa-doa yang tak pernah selesai. Dalam surau sepi, pasar tua, dan mimpi-mimpi ganjil, ia bertemu para penjaga sunyi: perempuan buta penjual bunga, anak kecil pelukis langit, lelaki tua penjaga malam, hingga suara dari kitab yang tak pernah ditulis manusia. Semua membawa satu pesan: pulanglah, meski harus meniti luka dan menangis diam-diam di bawah langit yang tak selalu biru. Ditulis dengan bahasa yang puitik dan mistik, setiap bab adalah perjalanan batin, setiap dialog adalah jendela ke dalam jiwa. Jika kamu pernah merasa tersesat dalam hidup-mungkin hikayat ini sedang menunggu kamu membacanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines