Crescent Moon

Crescent Moon

  • WpView
    Reads 292
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2019
Berawal dari kasus pembunuhan saudari kandungnya. Zaina Lubna. Gadis berusia 22 tahun. Rela menjalani hidup penuh dengan perasaan keingin tahuan yang kuat sekaligus dendam dalam dirinya. Bertemu dengan dua pria kembar identik. Malah membuat ia membongkar kejahatan yang lain. Ia menghabiskan waktu untuk curiga sekaligus jatuh cinta pada salah satu nya. Bisa kah Lubna mengetahui siapa pelakunya? Bisakah Lubna tidak terjebak pada pesona salah satu dari kedua pria tersebut? Mampukah Lubna menjawab pertanyaan yang selama ini tidak terjawab? 24/06/19
All Rights Reserved
#409
familyship
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Kedua
  • Zero-sum Love [FIN]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Indah di Senyum Mu
  • Better With The Light
  • Masa depan yang terulang
  • Growing Pains
  • I Win, Baby ✔ [Warren Series #1]
  • The Gentlemen (El Hidalgo)

Sebuah keluarga yang terpukul kehilangan ganda akibat penyakit langka, menemukan kembali kekuatan dan kebahagiaan melalui warisan sebuah toko buku, Senja Kata, dan pesan cinta abadi. - - - - Latar Belakang Luna: Luna (21 tahun), anak dari orang tua bercerai, hidup mandiri di rumah nenek sejak usia 12, lalu sendirian setelah nenek meninggal di usia 19. Dirawat Bunda Citra (ibu tiri) sejak usia 14. Terlahir dengan penyakit UVM (Pendarahan Otak) yang ia sembunyikan bertahun-tahun. Meninggal dunia di usia 21 karena penyakitnya. Kehilangan Bunda Citra: Satu tahun setelah kepergian Luna, Bunda Citra, pengelola toko buku Senja Kata (impian Luna), mulai menunjukkan gejala penyakit yang sama. Ia merahasiakan kondisi parahnya (sisa umur satu minggu) dari anak-anak, hanya Ayah Ari yang tahu. Bunda Citra menyiapkan surat dan hadiah terakhir untuk anak-anak. Menghabiskan minggu terakhir dengan menciptakan kenangan indah bersama keluarga. Pesan dan Warisan: Bunda Citra meninggal dunia dan dimakamkan di samping Luna. Ayah Ari mendapat petunjuk dari mimpi untuk mengizinkan anak-anak membuka amplop dan menemukan hadiah. Anak-anak (Bintang, Nara, Raka) membaca pesan terakhir penuh cinta dan menemukan hadiah-hadiah dari Bunda. Keluarga bersatu kembali, menemukan kekuatan dalam pesan dan warisan Bunda Citra dan Luna, bertekad melanjutkan Senja Kata sebagai monumen cinta dan harapan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines