Aksara Semesta

Aksara Semesta

  • WpView
    MGA BUMASA 356
  • WpVote
    Mga Boto 16
  • WpPart
    Mga Parte 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Aug 26, 2019
Aku percaya, Tuhan akan selalu mengabulkan apa yang aku inginkan. Termasuk bahagia ku. Tapi bagaimana jika ternyata tidak? Bagaimana jika Tuhan berkehendak tapi semesta seakan-akan menolak? Bagaimana jika semesta tidak mendukung kemana langkah kaki ingin pergi? Bagaimana jika opini tentang bahagiaku berbeda dengan semesta? Terlalu banyak bagaimana, terlalu banyak keraguan, hingga akhirnya aku lupa hidup ini terus berjalan.
All Rights Reserved
#525
sajak
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Senandika untuk yang Tak Bernama (GreShan)
  • Maudya (Mencari Cinta & Kebahagiaan)
  • Tepian Semu || Lilynn✅
  • Andai Dia Tahu
  • Ayo menepi dulu, sebentar saja.
  • ROMANSA KATA
  • Metafora
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG

Di antara ruang-ruang waktu yang rapuh, ada dua bayang yang saling mengenal tanpa pernah benar-benar berjanji untuk bertemu. Seperti angin yang tak bisa dijinakkan, mereka terjebak dalam pusaran perasaan yang tak terucap-seperti dua kutub yang selalu saling mendekat, namun tak pernah benar-benar menyatu. Shani dan Gracia-dua nama yang berpadu dalam riuh dan hening yang tak berujung. Sebuah kisah yang tumbuh di antara jeda-jeda keheningan dan kesalahpahaman, di mana cinta hadir bukan sebagai sesuatu yang harus dikuasai, tetapi sebagai sesuatu yang terus menguji batas. Dari pertemuan yang tak sengaja, hingga keputusan yang menggantung di antara masa lalu dan masa depan, mereka bergerak dalam ruang yang terperangkap di antara harapan dan ketakutan. Cinta yang pernah lahir di celah-celah keterasingan kini harus dipahami kembali-apakah ia benar-benar bisa menjadi rumah, atau hanya sekadar bayang yang tak bisa digenggam? Dan seperti jejak yang ditinggalkan di pasir pantai yang terus dihempas angin, mereka mencoba mengerti: apakah ini adalah akhir... atau justru awal dari perjalanan yang lebih jauh?

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman