Love and Lust

Love and Lust

  • WpView
    LECTURAS 236,686
  • WpVote
    Votos 1,948
  • WpPart
    Partes 16
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, ago 11, 2020
WpInfo
Ficción
Romance
"Bim, peluk aku boleh?" ucap Rissa dengan manja. "boleh, peluk dari mana nih depan atau belakang?" jawabku dengan genit. Rissa pun menarik tangan kananku dan melilitkan tangan ini mengitari perutnya yang kecil dan rata. ku tatap dia dari arah belakang, ku cium rambutnya yang hitam dan tergerai panjang itu dengan halus. " Bim, apakah kamu benar-benar mencintaiku?" tanya rissa dengan suara sendu. Tanpa berkata aku membalikkan badannya dan mengarahkann wajahnya padaku, ku tatap dia sangat lama. pelan-pelan ku arahkan bibirku yang tebal ini ke keningnya sebagai bukti betapa aku sangat menyayanginya. Mohon yang membacanya sudah berumur 17+ ke atas yaaaa ^^ bacalah cerita sesuai dengan umur teman-teman yaaa jangan lupa like ataupun komen setiap jalan ceritanyaa, agar saya lebih semangat lagi dalam menulissss Gomawoooo ^_^
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • LEARA
  • Gadis Kesayangan Fian (Rombak Bentar)
  • JAM 3 SORE
  • Locked With You, Sagara! || [young marriage]
  • Be Yours
  • Mbak, I Love You (Tamat)
  • ABIAN HALA
  • HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅
  • DENDAM
  • Sebelum Pelukannya Membuatku Tertidur
LEARA

"Gue udah pernah bilang kan, jangan mainin bibir lo atau gue bener bener khilaf kali ini," bisik Lea tepat di telinga Rara. Dan boom wajah Rara seketika memanas merah padam, sialan Lea benar benar membuatnya gila. Setelah perasaan kecewa juga kesal yang di berikan sekarang perasaan senang yang ditorehkan. Setelahnya Lea manarik wajahnya dan "Jaketnya buat lo aja, siapa tau lo kangen sama gue lo bisa pake jaket gue." Melihat pipi merona gadis di depannya membuat Lea terkekeh. "Oh ya satu lagi, jangan pernah blushing di depan cowok lain. Karena gue ngga yakin iman mereka bisa sekuat gue buat ngga nyium pipi lo," Lea memang sialan setelah mengucapkan itu dia mengacak rambut Rara dan pergi ke lapangan indoor untuk melanjutkan bermain basket bersama temannya. "DASAR FAKBOI!" "HAHAHAHAHAHA OF COURSE I AM BABE!" Lea yang masih berjalan belum jauh dari Rara tergelak saat mendengar teriakan Rara untuknya. #1 Mine (2-04-20) DILARANG MEMPLAGIAT CERITA INI!! Semua orang punya karya jadi tolong hargai:)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido