HIROO FERDIOS

HIROO FERDIOS

  • WpView
    Reads 608
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 26, 2019
"Hiroo jangan sentuh itu! "Hiroo jangan makan itu! "Hiroo jangan banyak beraktifitas" "Hiroo jangan main hujan - hujanan" "Hiroo makan yang sehat, nak! "Hiroo kamu jangan makan makan di pinggiran sekolahmu itu!" "Hiroo jangan bermain apapun!. "Hiroo sudah berapa kali aku harus peringatkan kamu untuk minum obat, nak?!!. "Hiroo, Hiroo, Hiroo terus aku ingin bebas seperti kupu kupu, izinkan aku melakukan yang ingin aku lakukan. tolong jangan melarang aku untuk semua ini. jika tuhan benar benar adil ku mohon izinkan aku sekali saja, melalukan yang ingin ku punya". Ungkapnya sedih. aku hanya teringat pada sepupu dekatku ini yang kerap kali jatuh sakit, usianya baru saja memasuki keremajaan yaitu 12 tahun, kurang. jika saja anak itu sudah 12 tahun lebih mungkin aku bukan hampir anak keremajaan yang satu satunya di keluarga ini, namun takdir berkata lain. pada hari minggu kemarin ia di umumkan telah tiada karena penyakit yang ia deritain. aku memang masih belum mengkhilaskannya sepenuhnya tapi dengan menceritakan kisah - kisahnya mungkin mengobati rasa sedihku.
All Rights Reserved
#120
mydiary
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Virus Z
  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Aku Disini Kak! [End]
  • ELIO [ end ]
  • Alisa's Story
  • Semesta untuk sean
  • the Edge.
  • Lentera Lily

Mereka berlarian. Dengan baju yang berlumuran darah sudah terkoyak-koyak, celana robek yang tidak beraturan, kaki yang entah beralas atau tidak, mereka terus berlarian dengan teriakan yang keluar dari mulut mereka. Momen itu.. adalah momen yang paling mengerikan di daftar kehidupanku. Momen yang tidak bisa kuhapus dari memori yang terdata di dalam otakku. Anak-anak kecil menangis mencari orang tua mereka yang entah berantah dimana, para laki-laki sibuk mencari alat untuk menjadi tameng pelindung mereka, para perempuan hanya bisa berteriak ketakutan dan pasrah. Aku hanya terdiam melihat mereka yang kalang kabut tak karuan. Erangan dan desahan keluar dari mulut mereka yang berlumuran darah. Suara-suara itu mulai terdengar banyak saat aku melihat ke arah gerbang asramaku. Gerbang yang selalu melindungiku dari tangan-tangan masyarakat yang kotor, sekarang dipanjati oleh orang-orang yang terjangkiti virus. Virus yang sangat langka tapi sangat dibenci oleh para manusia di muka bumi ini. Jika kau terjangkiti oleh virus ini, kau akan menyesal seumur hidup . Keluarga, saudara, bahkan orang-orang yang menyayangimu akan menangis melihatmu berlarian dengan mulut yang berlumuran darah. Jadi, aku hanya bisa menyarankan untukmu dan orang-orang yang membaca kisahku untuk lebih berhati-hati dalam keadaan apapun. Maupun itu hanya membeli permen. Karena kita tidak tahu kandungan apa yang terdapat di dalam permen itu. Entah glukosa, gula, laktat, dan apa saja yang terkandung di dalam itu. Bahkan, virus. Bisa jadi, permen lollipop yang saat ini sedang kau jilat mengandung virus yang sangat kau benci ini. Kumohon! Bacalah kisahku ini! Agar orang-orang yang kau sayangi tidak mengalami hal yang sama dengan yang kurasakan... Kumohon....

More details
WpActionLinkContent Guidelines