I'm Still Sean

I'm Still Sean

  • WpView
    Reads 3,625
  • WpVote
    Votes 298
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 9, 2020
"Gue ngalah bukan berarti gue kalah, karena menangnya gue adalah ketika lu udah bisa bahagia. Walau bukan sama gue. Sampe sini paham?" Sean menatap Karin serius. Karin mulai merasa jenuh dengan hubungannya bersama Aslan yang semakin hari semakin tak karuan, Karin juga perlahan-lahan merasakan banyak yang berubah dari Aslan. Dan di saat yang tepat pula, kehadiran Sean malah menghibur dirinya. Entah itu candaan garing atau gombalan basi yang sudah banyak tersebar di internet. Perlahan sudut pandang Karin terhadap Sean lama lama berubah dikarena kan sikap Sean yang menjadi lebih dewasa saat menghadapi masalah, kadang kala membuat hati Karin berdebar tak karuan. *** I'm still Sean, cerita baru mereka saat mulai menginjak masa masa dewasa.
All Rights Reserved
#926
sean
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT {NEW VERSION}
  • Flimflam [Tamat]
  • Topeng Sahabat [ HIAT ]
  • Cinta Beda Agama || Antara Masjid Dan Gereja
  • Bara [REVISI]
  • DRYSTAN (End)
  • TRANSMIGRASI KONYOL
  • BRATA
  • 𝚃𝙸𝙶𝙴𝚁 ✔

"Orang tua? Apa mereka bisa disebut orang tua setelah menyuruh orang untuk membunuh anak sendiri?" "Jangan asal menilai, yang terlihat belum tentu sebenarnya. Gak ada orang tua yang tega nyakitin anaknya sendiri." "Lo masih ngomong gitu setelah melihat banyaknya berita Ayah melecehkan anak sendiri? Oh ayolah, ini dunia, tempatnya semua kejahatan berasal." *** "Lo tau? Musuh sebenarnya ada di dekat lo, bahkan bisa sangat dekat." "Apa maksud lo ngomong gitu?" "Jangan mudah percaya, air yang biasa lo minum buat melepas haus, bisa aja membunuh karena mengandung racun."

More details
WpActionLinkContent Guidelines