Feelings

Feelings

  • WpView
    Membaca 511
  • WpVote
    Vote 230
  • WpPart
    Bab 13
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Des 26, 2020
WpInfo
Fiksi
Romansa
Kirana si gadis cantik yang memiliki sifat periang ini diam-diam mempunyai sebuah perasaan kepada seorang cowok dan kebetulan cowok itu bersekolah di sekolah yang sama dan bahkan satu kelas dengan gadis itu. Selama bertahun - tahun gadis itu menutupi perasaannya bahkan sampai sekarang dia masih saja mempunyai perasaan yang sama kepada cowok itu dan sampai sekarang juga gadis itu tidak pernah tahu apakah dia memiliki perasaan yang sama atau tidak. Dengan cara yang begini dia harus menanggung resiko patah hati terus menerus karna dia tidak mengetahui hal-hal tentang cowok itu. "Gue sakit hati la. Tadi waktu gue lagi jalan di koridor sama Davin gue denger ada yang bilang kalo Tristan jadian sama Rahma la." "Serius lo?" tanya Kaila tak percaya. "Iya serius la. Gue mau nyerah aja la, gue capek kaya gini terus. Tapi gue pengen ngungkapin semuanya dulu ke Tristan. Tapi gue takut la." Kirana menangis pelan. "Sabar ya kir. Mungkin Tristan emang ga baik buat lo. Menurut gue lo emang harus ngungkapin semua yang lo rasain selama dua tahun lebih ini ke Tristan. Mungkin kalau lo gabisa cara dengan ngomong langsung, lo masih bisa pake cara lain kir." "Pake cara apaan la?" "Lo bisa nulis surat buat dia kir. Di dalam surat itu lo harus tulis semua apa yang lo rasain selama ini." ucapnya. Happy Readings Guys❤️ Don't Forget To Vote and Comment😘
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#126
popular
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Be Yours
  • RAISEN
  • Because I'm Stupid (End)
  • Bersamamu
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • BarraKilla
  • RadenRatih
  • Kelas A [End]
Be Yours

"kenapa si vin? Kamu jahat banget! Aku salah apa? Gak ada cowok lain yang bersikap begitu kepacarnya sendiri!" ucap Risa yang lebih terdengar seperti isakan, karna pipinya sudah banjir dengan air mata. Risa menyeka air matanya lalu ia tertunduk mengingat sekilas bagaimana Ervin waktu itu menembaknya. "pa-padahal du-dulu kamu, yang ajak aku pacaran duluan!" Ervin hanya memandangnya tanpa minat, lalu melipat tangannya didadanya. "gak semua cowok yang ngajak pacaran itu bermaksud baik. Terutama gue!" ujar Ervin Risa langsung mengangkat wajahnya, menatap Ervin dengan bingung. "maksud kamu?" tanyanya tak mengerti. Ervin tersenyum miring, lalu ia mencondongkan tubuhnya kewajah Risa. "maksud gue..." ucapnya terpenggal lalu ia mengelus pipi Risa, membuat tubuh Risa menegang. Lalu Ervin mendekatkan bibirnya ketelinga Risa dan melanjutkan ucapannya. "gue pacaran sama lo, karena gue benci sama lo dan gue mau liat lo menderita!" Bagaikan kehilangan inhaler saat Risa sedang sekarat, begitu lah kondisinya sekarang sekujur tubuhnya membeku dan tak dapat digerakkan saat mendengarkan ucapan yang baru saja masuk kedalam telinganya. Ervin menegakan badannya dan melihat ekspresi Risa yang membatu dengan raut wajah terkejut, Ervin langsung pergi meninggalkan Risa sendiri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan