Caca tak pernah menyangka bahwa satu surat sederhana yang ia tulis saat masih menjadi santri akan mengubah jalan hidupnya. Surat itu tidak pernah diberikan. Tidak pernah dibaca. Dan tersimpan selama bertahun-tahun dalam sebuah kotak kenangan. Bagi Caca, Wildan adalah sosok yang mengajarkannya arti mencintai dalam diam. Seorang kakak kelas yang selalu hadir ketika ia sedang berjuang, tetapi tak pernah benar-benar menjadi miliknya. Waktu membawa mereka ke jalan yang berbeda. Wildan memilih mengejar mimpinya hingga ke Jepang. Sementara Caca membangun kehidupan baru, mengejar cita-cita, dan perlahan belajar mengikhlaskan seseorang yang pernah menjadi alasan ia bertahan. Bertahun-tahun kemudian... Takdir kembali mempertemukan mereka. Bukan sebagai dua insan yang saling menunggu. Melainkan sebagai dua orang yang telah memiliki kehidupan masing-masing. Namun sebuah kotak tua berisi surat bertuliskan "Dear, Mas Wildan..." kembali membuka kenangan yang selama ini mereka simpan rapat. Apakah semua itu hanya akan menjadi kenangan? Ataukah Tuhan memang mempertemukan mereka sekali lagi untuk menuntaskan kisah yang belum pernah benar-benar selesai?
More details