Serenity

Serenity

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 26, 2019
Aku pernah percaya pada sesorang, tapi kepercayaan itu dipatahkan. Aku pernah percaya pada cinta, tapi cinta hanya menambah luka. Aku pernah percaya pada takdir, tapi takdir seolah tak berkehendak jika aku bahagia. Saat ini, aku hanya percaya pada Tuhan. Tempat peraduanku tentang kejamnya dunia. Dunia yang seolah menganggapku sebagai benda tak berguna. Kejamnya dunia seolah menjadi guru terbaikku dalam bersandiwara. Takdir seolah pendukung dunia untuk membuatku menjadi aktor yang sangat piawai dalam alurnya. Hingga aku lelah dengan semuanya, lelah dengan hidup.
All Rights Reserved
#549
kesepian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We're destined to met, not to united.
    We're destined to met, not to united.
    Aku gak pernah menyangka hidupku akan berakhir seperti ini. Semua yang aku inginkan selalu pergi dan gak akan kembali. Semua yang dekat akan pergi. Semua yang jauh akan semakin menjauh. Aku kesepian. Hampa. Sakit. Aku ingin memutar waktu dan mengubah takdirku. Takdirku untuk jauh dari semuanya.
    WpPart
    Complete
    Full Of Scratches
    Full Of Scratches
    Jangan lupa vote yaaa! 🤗 Karena dukungan kalian begitu berarti buatku!🤗 ________________________________ Takkan pernah terbayangkan sebelumnya jika kehidupan yang digariskan oleh Tuhan ternyata se-pelik ini. Ia bahkan merasa masalah sangat senang menghinggapi dirinya. Ia hanya bisa berharap akan ada secercah cahaya yang membawa harapannya mengudara bersamaan dengan teka-teki dalam hidupnya dapat terpecahkan. * * * "Saya akan pastikan bahwa seluruh anggota keluargamu akan menanggung akibatnya! Saya bersumpah!!" _ "Manusia mana yang tidak takut mati?" _ "Sebelum pergi, aku hanya ingin mengungkap satu hal agar aku bisa pergi dengan tenang. Hal yang membuatku begitu penasaran setengah mati. Tolong izinkan aku ya tuhan... " _ "Aku hanya ingin tahu kebenaran seperti apa dibaliknya, bukan membuka luka lama. Karena bagaimanapun, luka sudah menjadi teman dalam hidupku sejak kejadian itu. Jadi, meski luka lama itu dibuka atau tidak, aku sudah terluka dengan hebat." _ "Terima kasih telah mengajarkan ku apa arti hidup itu. Aku tidak menyesal dan aku bahagia..." * * *
    WpPart
  • Juan [REVISI]
    Juan [REVISI]
    Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.
    WpPart
    Complete
    BINA
    BINA
    (END) "Aku menggadaikan semua bahagiaku dengan taruhan derita seumur hidup. Apa itu belum cukup hingga kalian ingin menambah derita itu dengan kembali mengulang kesalahan kalian dulu?" Di saat aku hanya diam tak bersuara, mereka mengira aku bahagia. Mereka tidak tau jika sebenarnya aku menyimpan jutaan luka yang semakin hari terus bertambah seiring bertambahnya usia hanya untuk kebahagiaan mereka. Aku terima, semuanya. Tetapi jiwaku mulai memberontak kala mereka ingin mengulangi kesalahan yang pernah mereka lakukan padaku. Aku tidak bisa. Aku tidak ingin. Aku tidak akan hidup seperti itu dan berakhir seperti mereka. Start 05-09-2019 End 25-04-2020
    WpPart
    Complete
  • Breathe
    Breathe
    [Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-
    WpPart
    Complete
    Eliinaa
    Eliinaa
    Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
    WpPart
    Complete
  • Halaman Hidupku
    Halaman Hidupku
    patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.
    WpPart
    Alur Kehidupan [REVISI]
    Alur Kehidupan [REVISI]
    Jalan cerita kehidupan yang berliku Takdir kehidupan seseorang tak pernah bisa ditentukan oleh seseorang itu sendiri. Pasti ada yang berkuasa diatasnya. Dan Alur kehidupanku sudah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta, aku hanya dapat menjalaninya dan mensyukuri apapun yang akan terjadi saat ini dan seterusnya tanpa harus berkata tidak ataupun menyerah untuk mengakhiri semuanya. Ini adalah kisah seorang anak yang mengalami perubahan setelah perceraian kedua orang tuanya karna penghancur yang hebat, Cinta pertama yang mematahkan harapannya, yaitu cinta seorang Ayah yang menorehkan luka pertama dihati anaknya dan luka itu membekas hingga dia tumbuh menjadi gadis yang dewasa. Bukankah seorang ayah adalah panutan bagi anak-anaknya? Bukankah ayah adalah sosok kepala keluarga, sosok seorang suami idaman bagi anaknya? Yang tak pernah menyakiti Ibu dan anaknya, tapi semuanya hanya ilusi, kenyataannya bertolak belakang. Sahabat yang kini menghilang satu persatu dari kehidupannya. Dan orang yang telah melukai secara perlahan kembali hadir. Yang dapat diharapkan hanya semua alur kehidupan ini akan berakhir dan menemukan kebahagiaan. Bolehkah aku meminta satu permintaan KepadaMu? Aku hanya ingin keluargaku seperti dulu lagi,- ------------------------ --AlurKehidupan-- Created by;@saskyaputri Sebagian cerita ini diangkat dari kisah nyata penulis, hanya sedikit saja yang direkayasa. Note: Cerita ini sedang di revisi🙏🏻 Jangan lupa follow instagram @saskyaptr @_serpihankataa
    WpPart
    Complete
  • Sejenak Luka
    Sejenak Luka
    "Jean, Nara pinjam uang boleh? Uang jajan Nara dipotong ayah karena nilai ulangan fisika Nara turun jadi 85." "Jean, Nara boleh nebeng pulang di motor Jean, nggak? Bentar lagi ujan, Nara gak punya uang naik angkot." "Jean, boleh pinjam baju olahraga? Punya Nara disobekin sama temen-temen Nara." "Jean, kata temen Nara, Nara gak pantas jadi kakak Jean. Itu benar, ya?" "Kenapa Jean dan Arkan selalu jahat ke Nara?" *** Nara tidak pernah mengeluh, kendati sakitnya sejak kecil tak pernah luruh. Nara tidak iri pada saudaranya, kendati takdir begitu keji untuknya. Nara menyayangi ayahnya, Arkan, dan Jean. Mirisnya, semuanya tidak pernah menginginkan entitas Nara di hidup mereka. Karena Nara cacat. Penuh cela. Nara dibenci. Nara disiksa. Nara ditinggal. Nara tidak memiliki alasan lagi untuk bertahan dengan luka. Temukan kisah perjalanan hidup Nara bersama orang-orang tersayangnya di semesta. Membawa sejenak luka lalu pergi menghampirkan duka.
    WpPart
  • We're destined to met, not to united.
  • Full Of Scratches
  • Juan [REVISI]
  • BINA
  • Breathe
  • Eliinaa
  • Halaman Hidupku
  • Alur Kehidupan [REVISI]
  • Sejenak Luka

We're destined to met, not to united.

Aku gak pernah menyangka hidupku akan berakhir seperti ini. Semua yang aku inginkan selalu pergi dan gak akan kembali. Semua yang dekat akan pergi. Semua yang jauh akan semakin menjauh. Aku kesepian. Hampa. Sakit. Aku ingin memutar waktu dan mengubah takdirku. Takdirku untuk jauh dari semuanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines