Story cover for Kanaya by elvinand_
Kanaya
  • WpView
    LECTURAS 237
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 4
  • WpView
    LECTURAS 237
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 4
Continúa, Has publicado jun 26, 2019
"Gue badgirl dan gue ga ngarep pujian. So berhenti menghakimi tanpa lu tau yang sebenernya!" 

Aku pergi meninggalkan kumpulan orang-orang yang mengaku dirinya paling baik tapi tidak tahu caranya menghargai perasaan orang lain.

Luka ditubuh dan hatiku sepertinya tidak cukup untuk menghentikan mulut-mulut silet mereka.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Kanaya a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#669friend
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat de zei_llyn
18 partes Continúa
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
Bukan Kita D.A.N cover
A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete) cover
Menyerah atau Bertahan? cover
Memories in Moon cover
Let Me Love You Longer cover
Verronica (COMPLETED)  cover
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Between Grief cover
KHALILA AND OTHERS cover
All You Never Say cover

Bukan Kita D.A.N

8 partes Concluida

" Lebih baik aku menolak perasaan kalian daripada mengorbankan persahabatan kita."_Akira " Bagiamana bisa aku tidak menyimpan rasa padamu, sementara setiap detail tentangku kau begitu memahaminya dengan baik."_Dasilva " Nyatanya salah satu diantara kita harus mengorbankan perasaannya."_Nathanael Ini tentang kita yang berakhir luka. awal-awal cerita nya emang engga seru, tapi lama-lama seru kok xixixixix DON'T PLAGIAT.⚠️