What Am I? ( On Going )

What Am I? ( On Going )

  • WpView
    LECTURES 214
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., mars 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Don't leave me alone. Itu yang aku inginkan, tapi kenyataan nya adalah .... you leave me alone. Ah, tidak, tidak! Kamu tidak tinggalkan aku, tapi kamu hanya melepaskan aku dan membiarkan aku bertanya-tanya sendiri. What am I? Who am I? For you. "Seharusnya lo bilang sama gue, lo gak perlu harus kaya gini ke gue, disini bukan gue doang yang tersakiti, lo, dan dia, juga tersakiti. Kita sama-sama tersakiti, seharusnya lo bilang ke gue dari dulu, biar gue akhiri, biar gak ada lagi yang tersakiti seperti ini," dia hanya bisa menunduk dan menangis sejadi-jadinya, dan seseorang yang di sampingnya kini justru memeluknya begitu erat agar ia lebih tenang. "Sekarang semuanya udah terlambat gak ada lagi yang perlu lo tangisin," Copyright, Itsbilja 2019 June 26
Tous Droits Réservés
#268
putus
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Hopeless
  • SUNSHINE
  • PLUTO
  • Buat Aku Lupa
  • Breathe
  • ARDIRA [SELESAI]
  • Verronica (COMPLETED)
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • Friend's Zone's
Hopeless

[COMPLETED] "Whoever told you that life would be easy, I promise that person was lying to you." --Kondisi dimana tidak memiliki ekspetasi tentang hal-hal baik yang akan terjadi dan juga kesuksesan di masa mendatang. [Definition of Hopeless] Apakah ini tentang kisah cinta masa remajaku? Astaga, bahkan aku tidak yakin tentang cinta itu nyata. Yang aku tahu hanya luka dan luka. Itu saja. Tangisanku bukan tangisan patah hati, lagipula perasaanku sudah mati. Jiwaku diasuh oleh sepi, hingga teman terbaikku hanya rasa sendiri. Setidaknya aku punya mereka, orang yang mengajariku bahwa aku tidak sendirian. Meskipun ada kalanya aku menyerah dan pasrah. Apakah akhir ceritaku ini bahagia? Apakah aku akan terus berkawan dengan tangisan, hingga aku lupa cara untuk mencari kebahagiaan? Aku hanyalah satu dari ratusan orang yang sakit secara jiwa, aku bersahabat dengan sesuatu yang mereka sebut depresi. Hingga yang kukenali hanya keputusasaan pada masa depan diri sendiri.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu