My Cold Prince

My Cold Prince

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 13, 2019
Ini cerita gue waktu duduk di bangku SMA. Cerita konyol sahabat sahabat gue, cerita pertemanan freak gue, cerita gue yang suka banget di begoin sama temen gue sendiri, dan, cerita gue sama dia. Iya dia, si manusia kutub. Manusia, yang gak pernah mau ngomong sama orang yang gak dia kenal, jangankan ngomong, senyum aja gue gak pernah liat. Emang dasardia tuh pelit senyum. Padahal kan senyum ibadah. Nah, aneh kan si manusia kutub? aneh banget malah. Tapi yang paling aneh lagi, gue pernah jatuh hati sama dia. Iya gue jatuh hati, sama si manusia kutub. dan lupa caranya buat gue ngendaliin perasaan gue sendiri. Semuanya bermulai dari sini...
All Rights Reserved
#13
coolprince
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Love You
  • Admire Or Love
  • Rannia√
  • Because I'm Stupid (End)
  • PERCAYA? [END]
  • Misi Kalisa (End)
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • PLUTO
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • When I happy? (TAMAT)

Ada yang bilang disaat kita menunggu kita akan mendapat yang kita mau. Tapi apa itu adalah sebuah fakta atau hanya hal manis yang di ucapkan kepada anak-anak? Ada yang bilang disaat kita tersenyum maka hati kita akan tersenyum juga, tapi apa itu hanya nasihat tersirat yang di ucapkan untuk anak kecil? "INI SEMUA SALAH LO RISS! KALAU SAJA HATI LO ADA RASA EMPATI, DIA GAK AKAN PERGI!!" Terkadang kalimat yang di ucapkan oleh manusia lebih mematikan daripada tusukan pedang di jantung. Kalimat yang terus menerus menghantui hari hari ku membuat ku kehilangan diriku sendiri. Kalimat yang membuat diri ku yang dulu hangat menjadi dingin tanpa ada senyuman tulus yang terukir di wajah ku. Aku yang terkadang berharap jika diri ku yang harusnya mati lebih dulu daripada harus hidup dengan beban yang terkadang aku gak mampu menahan nya. Semenjak aku yang di tinggal pergi oleh orang tua ku. Aku yang kehilangan sahabat terbaik ku yang aku baru menyadari jika ternyata dia merupakan cinta pertama. Aku juga wanita yang kehilangan kakak yang sebenarnya masih bisa aku pertahankan. Karena kalimat tadi, aku membuang semua nya! Aku kehilangan semuanya termasuk diri ku sendiri! Aku gak tau siapa diri ku! Hingga pria itu datang. Dia menyebalkan! Aku membenci nya! Namun kenapa disaat aku menyukainya aku kembali di hadapkan rasa kehilangan yang menanti. Apa hidupku hanya selalu harus kehilangan? Jika aku boleh egois bisa kah aku bersama pria itu? Atau aku hanya akan mati tragis tanpa merasakan cinta apapun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines