Tuhan Aku Mengaguminya

Tuhan Aku Mengaguminya

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2019
Apa kamu sungguh sungguh ingin memakai ini?" Naila memegang cadar sederhana milik Zakiya. "Insyaallah" Naila mengangguk paham "Kalau begitu menikahlah" mata Zakiya membulat ia terkejut dengan solusi yang diberikan Naila. Ia memang menemui malasah dalam memakai cadar dan ingin mendapat solusi tapi ini terlalu ekstrim. Ia belum sanggup untuk itu. "Itu terlalu ekstrim, ilmuku belum jauh untuk sampai perihal sakral semacam itu" Semoga bermanfaat ya :) Barakallah
All Rights Reserved
#646
menikah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ArKa (End)
  • ZA&RA
  • ASTAGHFIRULLAH ZAUJATI
  • Be Mine [Terbit]
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Menunggu Halal Bersamamu
  • Amanah & Cinta 💓 (END)
  • Syariat Husband
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\

Typo bertebaran! Belum di revisi!!! "Tadi pas gue pegang lo, lo bilang bukan mahrom tuh maksudnya apa?" Mendapat pertanyaan tersebut membuat Chika menoleh dan melihat mata Arya sekilas. Entah mengapa ia tidak kuat jika harus menatap pria itu. "Itu... Maksudnya laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, tidak boleh berpegangan atau bersentuhan. Kecuali udah menikah" jelasnya. "Orang tua?" tanya Arya lagi. "Boleh, saudara kandung juga boleh, saudara laki-laki atau perempuan dari orang tua juga boleh, keponakan laki-laki atau perempuan juga boleh, kakek nenek kandung juga boleh, dan pelayan tua. Itu sih kayaknya yang boleh," Jelasnya memperhatikan bibir pink dan tebal milik Arya. "Gue sama lo?" tanya Arya lagi. "Nggak boleh, kecuali kita udah nikah," jawabnya spontan. Membuat ia membelalakkan matanya karena kaget dengan ucapannya. Arya yang melihat tingkah Chika pun malah terkekeh. "Lo mau nikah sama gue?" goda Arya. "Idih! Ogah banget!" ujarnya dengan suara yang meninggi. Lagi-lagi ia tidak bisa menahan dirinya. "Santai aja kali," jawab Arya santai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines