KARENA KAMU

KARENA KAMU

  • WpView
    Reads 915
  • WpVote
    Votes 459
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
~Reyna~ Aku bagaikan sunrise, dan dia bagaikan sunset. Sama indahnya, namun kamu tidak pernah memujaku. Kamu lebih memilih menikmati keindahan sunset yang akan meninggalkanmu, daripada aku yang selalu menyapamu di awal harimu. Bagaimana bisa kamu masih tetap memujanya, sedangkan statusmu denganku adalah sepasang suami istri. Ya, aku sadar siapa aku. Aku bukanlah sunsetmu, aku hanyalah sunrise yang selalu kau abaikan. Tapi inilah aku, aku akan tetap menyapamu di awal harimu. Menantimu agar engkau memujaku seperti engkau memuja sunset indahmu. ~Dhirga~ Sungguh tak ku sangka, aku harus memilih dua wanita yang selalu mengisi hari-hariku. Dia, yang akhir-akhir ini selalu mengacaukan pikiranku, dia yang sejak awal selalu kuabaikan, dan dia juga yang membuatku merasakan apa arti cinta yang sesungguhnya. Sedangkan aku masih berat hati melepas wanitaku yang telah mengkhianatiku hanya untuk kesenangannya sendiri. Betapa bodohnya aku. Mengapa sangat berat untuk melepaskannya. . . . . Hai Hai Hai, semoga kalian suka sama cerita pertama aku ✨ penasaran gimana kelanjutannya? bagaimana akhir perjuangan 'sunrise' untuk membuat Dhirga memujanya? stay tuned ya😝😆💖
All Rights Reserved
#3
kisahbaru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Tale Of True Love (Selesai)
  • [END] When the Stars are Tired
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • DikaRanggi
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • (COMPLETED)
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • WEDDING Art
  • Duhai Habibi [On Going]

Terbangun dari tidurnya. Drupadi menyadari ada sosok lain di balik selimut putih yang ia kenakan. Tubuhnya terasa hangat oleh pelukan tubuh lain. Oh tidak! Siapa gerangan yang berani melakukan hal tidak senonoh kepada Drupadi yang terhormat. Merasa tubuh sang wanita bergerak, sosok lain itu membuka matanya dan mengeratkan pelukan pada tubuh Drupadi yang tak berpakaian. "Siapa kamu?!" hardik Drupadi sembari mendorong dada lelaki yang berbaring di sampingnya. Lelaki itu mengerjapkan matanya. Rambut sepunggungnya yang tebal terurai indah menghiasi tubuh kekar berkulit coklat terang. Tidak. Kacau sekali, siapa laki-laki ini? Mengapa berpenampilan aneh? Ia malah tersenyum manis menyilaukan, jika saja bukan begini situasinya, Drupadi akan memilih untuk melongo sekejap. "Kau terbangun? Apakah kau bermimpi buruk, Panchali?" * Ini cerita time travel, coba dibaca sedikit dulu. Siapa tau klop.

More details
WpActionLinkContent Guidelines