sikap mu yang membunuh ku

sikap mu yang membunuh ku

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 28, 2019
Adakalanya seorang wanita butuh kepastian, disaat aku dewasa dan memikirkan masa depan. Cinta saat ini bukanlah cinta monyet jaman SMP dulu, hal ini nyata, rasa ini benar-benar ada disetiap rangkuman-rangkuman yang ku simpulkan dan andai kata kesimpulan ini belum benar-benar ku buat dalam sebuah karya ilmiah karna proses penelitian dan pengumpulan datanya pun belum jelas.Disitu aku harus berfikir lebih ekstra, mencari bagaimana caranya menyelesaikan permasalahan itu. Seperti halnya hati ini yang belum menemukan sebuah titik kepastian dan hanya terombang-ambing dalam sebuah harapan yang tak terlihat akhirnya. Dimana aku harus serius dalam mengkondisikan hati dan pikiran, mengkakulasikan semua jumlah administrasi ruang hati, dan me-manage nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Marriage With Mr. Actor (The End)
  • Miracle You (Tamat)
  • Your Memories[End]✔
  • flashback~
  • Cintaxel? [On Editing]
  • Yang Tertinggal
  •  Tentang Rasa (COMPLETED)
  • Mencintai Nania
  • Ar.

" Aku tidak pernah memikirkan kehidupan percintaanku seperti apa yang akan aku jalani dimasa mendatang. Sebelumnya, aku pernah memiliki kisah cinta jauh sebelum aku mengenalmu. Yah.. kamu selalu membahasnya dan mengungkit wanita-wanita itu. Aku mungkin terlihat seperti pria brengsek yang selalu bermain dengan wanita. Asalkan kamu tahu Call, aku hanya sekali jatuh hati pada seorang wanita dan itu berlangsung tidak begitu lama. Aku mengerti rasanya patah hati karena kecewa. Aku tidak pernah membayangkan jika kamu hadir dalam hidupku. Sejak kamu bersamaku, aku selalu berpikir seperti apa aku dimatamu? Sudahkah aku menjadi satu-satunya orang yang selalu kamu pikirkan? Seseorang pernah mengatakan padaku bahwa cinta itu seperti sebuah bisikan melodi yang mengetarkan hati terasa indah dan mampu membuatmu bersenandung . Sekarang aku mulai merasakannya. Baiklah, kemungkinan terbesar yang aku alami saat ini adalah bahwa aku sudah diserang oleh harapan untuk benar-benar mendapatimu dalam pelukanku".

More details
WpActionLinkContent Guidelines