Rama Anindya Aldrice,gadis dengan sifat lembutnya,gadis yang ramah, gadis yang di puji akan kepintarannya,gadis yang di puji akan kecantikannya,dan gadis yang polos akan perCINTAAN.
Reyhan Reynand Raditama, laki-laki yang sifatnya bertolak belakang dengan Rama,laki-laki yang suka mencari ribut,suka berantem,dia sering di puji akan ketampanan nya,pintar tapi lebih pintar Rama,Reyhan suka membolos,sering di hukum,ketika guru menyuruhnya dia akan menolak dengan mentah-mentah.
Reyhan dan Rama,mereka bertemu dengan keadaan yang tak terduga,saat itu Rama setelah pulang dari latihan di ruang musik,di depan sekolah dia mendengar ada suara keributan,lalu dia pun menghampiri orang itu,saat orang yang memukuli nya telah pergi. Setelah menanyakan keadaan Reyhan,Rama langsung mengobati luka Arkan. Setelah mengobati luka Reyhan,Rama langsung pergi,tapi sebelum itu Reyhan menanyakan nama Rama,dan Rama pun menjawab kalo namanya adalah Rama.
"Nakal boleh, brengsek jangan"Reyhan Reynand Raditama
"Kamu itu gak nakal,cuma bandel doang"Rama Anindya Aldrice
Apakah mereka akan bertemu dan saling cinta?
Kalo kalian kepo, tambahkan story gue di perpustakaan kalian,follow akun gue,dan jangan lupa vote dan comment sebanyak-banyaknya,biar gue update terus.
Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah.
Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi.
Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah.
Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan.
Aksa pernah berkata:
"Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar."
Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga.
Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava.
Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya.
Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama.
**
"Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?"
"Tunggu gue sukses."
**
"Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia."
***