I'M PSYCHOPATH

I'M PSYCHOPATH

  • WpView
    Reads 283
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 30, 2019
WpInfo
Fiction
Horror
Aku? Aku orang yang psychopath? Tidak ah. Aku cuma gadis iblis :)🔪 Aku cuma suka membunuh orang, itu saja. Kenapa? Aku suka saja mendengar jeritan dan darah mereka yang membuatku sebal. Cih. Aku bukan apa-apa di dunia ini, tapi dengan sifat alami ku ini mungkin aku bisa terkenal kan? Hm... Siapa yang selanjutnya ya? Kalian ada yang tahu? Atau kalian punya seseorang untuk dibunuh? Dengan senang hati aku akan membantumu mengenyahkan mereka loh :)🔪 (Slow Update) ya kawan :^
All Rights Reserved
#649
yandere
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dedarah 「END」
  • Deep Web Story (Warning!!!) ✔ (Watty's2019)
  • Is He A Psychopath?
  • My Special Life (END)
  • My Boyfriend Is Psychopath [END]
  • PSIKOPAT GIRL
  • Jangan Takut
  • I Am Psychopath [Complete]
  • Psycho Pasta

[15+] Aku dikutuk. Aku hanyalah seorang gadis penderita asma yang ingin menjalani hari-hari dengan tenang bersama ibu dan adik laki-lakiku. Aku tidak mau punya masalah dengan orang lain, aku cenderung menghindari mereka. Namun, saat aku bangun pagi itu. Semuanya berubah. Seseorang sudah mencari gara-gara padaku. Siapa orang yang sudah memberikan kutukan ini? Bagaimana bisa aku harus berurusan dengan makhluk mengerikan yang bisa mencekikku dengan rambut panjang tak terukur dan bisa mencabik-cabikku dengan kuku-kuku setajam gunting itu? Siapa pun dia, aku tidak akan memaafkannya. Dibantu Darma, pemuda bodoh si maniak kasus-kasus misterius, aku menyusuri bagaimana kutukan ini bisa sampai kepadaku. Aku dibuat tak percaya. Aku harus memindahkan kutukan ini pada orang lain dengan ritual yang aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya. Kutukan ini membuatku kehilangan hal paling berharga dalam hidupku. Aku frustrasi, aku ingin mati saja. Di titik terendah dalam hidupku, aku menemukan cara lain. Sayangnya, aku harus siap berkorban nyawa. Itu jauh lebih baik daripada hidup berlumuran darah sembari menunggu ajal tiba.

More details
WpActionLinkContent Guidelines