Deja Vu of Dream

Deja Vu of Dream

  • WpView
    Reads 269
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 9, 2019
Sci-fi, action, fantasy, minor romance Dingin Hal yang selalu ia rasakan setiap kali disini Gelap Tetapi ia bisa melihat dirinya terlelap dari sudut ini Sepi Bukan menjadi alasan ia takut berada di ruang kosong ini sendiri Ia bukan raja kegelapan Dan ini juga bukan hal yang ia harapkan Namun yang ia takutkan hanyalah satu, bermimpi dalam tidurnya. Karena ketika mimpi itu datang, semuanya akan menjadi nyata. Cover by @nabilahabil
All Rights Reserved
#253
scifi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • Garis Singgung Dua Dimensi
  • PianoQuarium(END)
  • Avenir [REPUBLISH]
  • Creatures Mythology: The Rise of Thunder Bird (COMPLETED)
  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • A DENGEROUS VAMPIRE ANGEL
  • Moonlight [ REVISI ]
  • REINKARNASI (END)
  • DONATELLO (COMPLETE) √

"Bukan semua penumpang ingin sampai tujuan. Sebagian... hanya ingin kita ikut bersama mereka." Ketika Kirana terbangun di dalam kereta yang tak pernah ia naiki, tanpa ingatan jelas bagaimana bisa ada di sana, ia hanya tahu satu hal: kereta ini tidak berhenti. Setiap gerbong menyimpan sesuatu yang tak seharusnya hidup-bayangan masa lalu, wajah yang mirip dirinya, suara-suara yang tak berhenti memanggil. Waktu menunjukkan 23:47-dan sejak itu, waktu tak bergerak lagi. Kereta ini tidak melaju menuju kota mana pun. Ia menuju penyesalan, penghakiman, dan kebenaran yang terkubur. Di balik jendela, wajah-wajah menatap balik. Di balik koper, masa lalu terbangun. Dan satu per satu, Kirana harus memilih: apakah ia penumpang... atau korban? Sebuah horor psikologis yang mengaburkan batas antara dunia nyata dan alam kematian. Untuk para pembaca yang menyukai twist gelap, atmosfer mencekam, dan teka-teki batin yang menghantui. Siapkah kamu menaiki kereta terakhir? Jangan menoleh ke jendela. Jangan bicara dengan penumpang lain. Dan yang paling penting: jangan pernah membuka koper itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines