Deja Vu of Dream

Deja Vu of Dream

  • WpView
    Membaca 269
  • WpVote
    Vote 42
  • WpPart
    Bab 7
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Agt 9, 2019
Sci-fi, action, fantasy, minor romance Dingin Hal yang selalu ia rasakan setiap kali disini Gelap Tetapi ia bisa melihat dirinya terlelap dari sudut ini Sepi Bukan menjadi alasan ia takut berada di ruang kosong ini sendiri Ia bukan raja kegelapan Dan ini juga bukan hal yang ia harapkan Namun yang ia takutkan hanyalah satu, bermimpi dalam tidurnya. Karena ketika mimpi itu datang, semuanya akan menjadi nyata. Cover by @nabilahabil
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#253
scifi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • Gentayangan di Kereta Terakhir
  • A DENGEROUS VAMPIRE ANGEL
  • Ketika Kita Terjaga
  • REINKARNASI (END)
  • PianoQuarium(END)
  • AURA [COMPLETE]
  • Magic In Scout
  • MIZPAH - The Kingdom of Mist [END]

[ Fanfiction Boboiboy ] ~ "Sekali tertuduh tetap tertuduh." Malam itu, satu-satunya saksi hanyalah dia. Ia pasrah pada nasib jika orang itu membocorkan segalanya. "Gue tetep dikubu lo!" "Gue pembunuh!" Siapa sangka, bahkan ketika keduanya tidak lagi dekat, orang itu tetap menyimpan semuanya dengan baik. Sampai keduanya sadar, ada bejana yang lebih besar mengintai dari sudut kegelapan yang paling gelap. Remang-remang namun berbahaya, sesuatu berbisa yang menyebabkan huru-hara. Jenis gelap yang membinasakan nafas sampai tidak bersisa, jenis petaka yang membawa badai nestapa dan menggerus habis sisa kewarasan. "Lo yakin kita mampu? Gue udah nggak kuat, gue nggak bisa. Ayo udahin aja, ngaku kalah dan biarin mereka bunuh kita." "Lo gila?! Bayarannya Adik lo! Lo lupa Ice jadi taruhan didepan sana?!" "Terus harus gimana?! Semuanya juga nuduhnya gue yang jadi perkara!" "Makanya jangan nyerah! Yakinin mereka kalo lo cuma korban fitnahan!" Tapi bagaimana? Semuanya terlanjur lebur. Dia hanya memiliki dua pelipur lara, pun salah satunya dirusak habis seperti boneka tidak berharga. Sementara satu lainnya menjadi tameng padahal psikisnya tidak baik-baik saja. Tuhan, ini bagaimana? ~ • Angst, thriller, mental illness, criminal act • 15+ • Just Fanfic • Masa Rombak • Jokes LGBT bertebaran ©Nan4yz_

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan