Keiza story

Keiza story

  • WpView
    Reads 64
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Dia berubah, tapi kenapa? apa salah gue? dia ga pernah ngejelasin apa apa. Gue juga ingin egois kali. Gue udah ngejar dia biar gue bisa tau titik kesalahan gue itu apa. Tapi, gue sering banget dipermaluin didepan umum. Gue benci, tapi gue juga sayang. -Keiza Dwi Alvendaro Gue berubah? ada alasannya. Gue emang sayang dia, tapi gue juga benci semuanya. Dia juga berubah. Dia ga pernah ngejar gue lagi. kenapa? dia ga ngerasa bersalah emang? gatau diri. Gue ngerasa semua orang yang gue sayang pergi jauh, dan disaat gue rapuh dia juga menghilang. Tapi ada seseorang yang selalu ada buat gue. -Davian Smith Alexander Aku sayang kamu. Tapi, apa bisa aku menggantikan posisi dia dihatimu? -Killa Putri Jonshony
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Breathe
  • Tentang Dia (De'e)
  • Mutualism Symbiosis[Hiatus]
  • SADDAM & KAYLA
  • RAVENDRA
  • The Life Of A Clan (Hiatus)
  • Complicated
  • DELORA ✓
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

More details
WpActionLinkContent Guidelines