Lula's diary

Lula's diary

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 19, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Gadis itu menceritakan seluruh nya pada buku kecil berwarna pink, orang-orang pada umumnya menyebut buku itu buku diary. Menuangkan beberapa karya tulis yang baru saja dia lalui, murni tanpa tambahan sama sekali. Tersenyum ringan, seolah adalah manusia paling bahagia di muka bumi. Jari lentiknya ikut memberikan tanda titik di akhir kalimat, menandakan bahwa berakhir sudah kisah yang dia tulis. Tertawa dan tak menyalahkan nasib, seolah dia sedang mengarang atau membuat cerita fiksi, padahal ini adalah nyata kisah hidup nya sendiri. Gadis itu begitu polos, cantik, baik dan bisa terbilang pintar. Lantas, apa yang membuat nya begitu di benci oleh saudara laki-laki, dan ibu nya sendiri?
All Rights Reserved
#67
lula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sejatinya Cinta [ TAMAT ]
  • BY MY SIDE
  • DANGEREUX
  • Xavier & Alexa [End]
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Menyerah atau Bertahan?

- Ekstra part hanya ada dalam versi ebook, pdf, dan mungkin nanti cetaknya - Sewaktu-waktu akan dihapus kalau cerita ini sudah tamat - Sudah tersedia dalam versi ebook di google play Dulu, Luthfia Fithri hanyalah seorang gadis lugu dan buta akan arti cinta yang sesungguhnya. Kemudian, saat datang seorang pria lengkap dengan bujuk rayunya, Luthfia terlena. Hingga kemudian, saat perasaannya yang telah melambung setinggi awan kembali dihempaskan ke bumi, ia terpuruk sangat dalam. Hadirnya sebentuk janin dalam kandungan membuat Luthfia harus menerima banyak hinaan. Tak hanya dari orang sekitar, tetapi juga keluarga dan sanak saudara. Sehingga karena janin yang dianggap aib itu pula, ia diusir dari rumah yang selama ini menaunginya. Lalu, saat tahun terus berganti, Luthfia Fithri pun berubah. Berkat bantuan dari salah seorang sahabat, usaha yang dirintisnya berkembang cukup pesat. Bahkan rumah makan yang dibangunnya telah memiliki beberapa cabang. Atas pencapaiannya tersebut, tentu saja Luthfia senang bukan kepalang. Ada sang buah hati serta ibu yang terus mendampinginya, semakin membuat kebahagiaan Luthfia bertambah berkali lipat. Namun benar apa yang dikatakan semua orang, bahwa yang namanya hidup tidak melulu bahagia. Seperti itulah yang Luthfia rasakan. Pertemuan kembali dengan dia yang pernah menorehkan luka membuat hati Luthfia diliputi kesedihan. Mampukah Luthfia terus mempertahankan benci? Ataukah ia kembali lurruh di kala si penebar luka sampai berlutut demi mendapatkan maaf darinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines