Hyuuga Hinata, masihlah berstatus sebagai mahasiswa, ketika seorang teman menawarinya sebagai model naked.
sebuah tawaran yang langsung ditolaknya mentah-mentah, meskipun bayarannya tidak main-main.
Hinata pasti akan mendapat banyak uang dengan cepat, jika menerima tawaran itu.
Tapi dia menolak melakukannya.
umurnya masih 22 tahun, baginya terlalu dini untuk memamerkan private itemnya di khalayak umum.
Dan Sabaku Gaara akhirnya menyerah untuk menawari Hinata.
sebenarnya, lelaki itu juga memiliki niat lain ketika menawarinya sebagai model naked.
baginya, keindahan harus diabadikan.
dan untuk fotografer, mengabadikan keindahan dalam lensa kameranya adalah hal wajib.
Haruno Sakura, sahabat baiknya memberikan jalan keluar atas krisis keuangannya saat itu.
menawarkan pekerjaan yang cukup mudah menurut Hinata.
housekeeping mingguan, hanya perlu beberapa jam ia akan mendapat bayaran yang lumayan.
Hinata menerimanya, meski bayarannya masih kalah tinggi dengan tawaran dari Gaara, setidaknya ia tidak harus mengumbar payudara untuk menjadi santapan mesum para lelaki hidung belang.
Hanya saja, Hinata tidak pernah menduga jalannya untuk mendapatkan uang tidak semulus bayangannya.
bertemu dengan Uchiha Sasuke, pelanggan pertamanya dalam pekerjaan housekeeping.
seorang duda tampan tanpa anak, dokter di Atrium National Hospital.
lelaki 28 tahun yang menawan.
membuatnya terikat dengan lelaki itu.
dimana ia mendapat pelajaran pertama dalam sebuah kasus percintaan.
ibaratnya, keluar dari kandang singa, masuk ke kandang buaya.
:[Naruto and Hinata Fanfiction]
:[Naruto Belong Masashi Kishimoto]
:[Collaboration with @Nariakinishimuraya]
:[Oneshot R18]
.
.
Hinata tak punya pilihan lain ketika dirinya telah kehilangan semuanya. Ayahnya yang baru saja tiada, meninggalkan jutaan Yen hutang yang harus ia bayar dengan lekas.
Hingga ia bertemu dengan seseorang. Pria yang memberikannya harga tak main dengan hanya memuaskan nafsunya. Hinata tidak menolak, ia membutuhkan bayaran yang mahal untuk membayar hutang sang Ayah dan biaya hidup.
.
.
"Tapi apa kau sebelumnya sudah pernah melakukan 'itu', Hinata?"
"....."
"Sepertinya belum."