In the Future Without You

In the Future Without You

  • WpView
    Reads 449
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 27, 2020
WpInfo
Fiction
Fantasy
Matanya terlihat sangat indah, bagai permata yang telah lama hilang. Menyimpan ketertarikan yang menarik perhatian banyak orang. Seluruh dunia seolah membencinya tanpa syarat dan membawanya pada kesepian. Beban itu terlalu berat untuknya, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya terpaku dalam diam di dekatnya. Tanpa mengeluh sedikit pun ia terus menanggung semuanya sendirian. Menerima seluruh kebencian yang diberikan padanya. Ia terus memamerkan senyumnya yang tidak pernah hilang, tapi perasaannya sendiri sudah hancur. Menyembunyikan betapa sakitnya semua hal yang telah ia lalui selama ini da apa yang akan terjadi setelahnya. Dia telah terluka lebih dalam daripada siapa pun. Beberapa tahun yang telah kuhabiskan dengannya tidak mengubah kenyataan. Semua tindakannya hanyalah kebohongan, dia tidak pernah melihatku sama sekali. Apa yang harus kulakukan untuknya agar ia menyadari bahwa aku selalu ada untuknya? Tanpa tahu apa-apa dan hanya bisa diam. Aku ingin dia tahu bahwa aku ada untuknya. Aku juga ingin bisa melindunginya ... dengan segenap jiwa rapuhku ini.
All Rights Reserved
#530
romantic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SELEPAS KAU PERGI (COMPLETED)
  • IF YOU
  • Edgar Vaske
  • Wasted Princess [On Going]
  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Villainess Illusion
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins

BLURB! Ternyata dunia ini benar-benar sempit. Luka lama yang kukira sudah sembuh, datang lagi tanpa aba-aba. Namaku Anita, seorang ibu tunggal yang berjuang membesarkan putriku, Audrey, sendirian. Aku pernah dikhianati dan kehilangan kepercayaan pada cinta, sampai dua pria datang bersamaan: satu dari masa lalu yang pernah menghancurkan, dan satu lagi yang menawarkan ketulusan baru. Kini aku harus memilih... Kembali pada cinta yang dulu melukai, atau membuka hati untuk yang baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines