Rasa yang Belum Usai

Rasa yang Belum Usai

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 22, 2019
Kau pergi lalu kembali memberi luka. Jangan paksa aku untuk melupakanmu. Jangan paksa aku untuk meninggalkanmu. Jangan paksa aku untuk melepaskanmu. Hatiku masih benar-benar untukmu. Bahkan setelah empat tahun kau meninggalkanku, namamu masih jelas tertulis dihatiku. Jika berpisah adalah jawaban dari semua penantianku, maka apalah artiku menunggu? Sesudahnya, aku pun melepaskanmu dengan segala keterpaksaan. Kupikir kita akan berakhir dengan baik-baik saja seperti saat kita memulai hubungan dulu. Yang kutahu cinta adalah saat kita bisa saling membagi perasaan dan memberi hati. Penghalang akan selalu datang kepadamu dan kepadaku, tapi seberapa sanggup kita bisa menahan hati untuk tidak membuka bagian yang baru? Kemudian, kau datang lagi dengan segala penyesalan. Ternyata benar yang mereka katakan, aku tak benar-benar bisa melupakanmu. Bahkan setelah kau memutuskanku secara sepihak. - Adyra Eve Angeline
All Rights Reserved
#878
yang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LIAR [SELESAI]
  • My Popular Husband [SUDAH TERBIT]
  • DARSEN [Proses Revisi]
  • You're My Heartstrings [SUDAH TERBIT)
  • ARKEY ✔ [Sudah Terbit]
  • FANDI
  • Semenjana (END) / Sudah pindah ke aplikasi DREAME/INNOVEL)
  • Kamu Dan Aku (END)
  • Friendship
  • Bolehkah Aku Mencintai(?)✅

Ketika cinta sudah merengkuhmu, tidak ada alasan untuk tidak menaruh kepercayaan. Ketika cinta itu sudah menjadi senyawa bahagia dalam hidupmu, tidak ada alasan untuk tidak merancang segala harapan. Namun, bagaimana jika cinta itu beralih menjadi kekuatan untuk menghancurkan kepercayaan serta harapan itu? Akankah engkau masih membiarkan rengkuhannya? Akankah cinta masih menjadi senyawa bahagia? Tapi, bagaimana jika ternyata cinta yang menjelma menjadi monster itu hanya tersesat? Bagaimana jika cinta hanya keliru pada jalan takdirnya sendiri? Dan saat kamu menyadari hal itu, disaat kamu menyadari bahwa cinta sebenarnya tidak berubah, semuanya sudah terlambat. Kamu dipermainkan oleh takdir cintamu sendiri. Dan hanya ada dua pilihan, bertahan sampai waktu itu tiba atau pergi dengan rasa tidak ikhlas karena sudah menyalahkan cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines