Cinta terakhir
Untuk kamu, yang sempat hadir.....
Aku menghargai kehidupanmu dan kau. Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semuanya?. Jika kau mengira karena aku ingin mencuri perhatianmu, tentu tidak.
Aku menulis ini semua hanya karena rindu. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan lelahnya menyerah. Cintaku hanya cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita. bertukar senyum dan sapa. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali aku mendengarkan suaramu. Aku masih bisa merasakan walau hanya sedikit mengingatnya. Aku masih ingat betapa lucunya pertama kaliku melihatmu. Kita terlihat canggung, lalu tersenyum sesudahnya.
aku tidak peduli apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Yang ku tau, aku merasakannya. Kau juga bukan cinta pertamaku. Tapi percayalah, kau membuatku mengenal banyak hal untuk pertama kalinya.