Story cover for RUMAH ANGKER by ariz666
RUMAH ANGKER
  • WpView
    Reads 32,757
  • WpVote
    Votes 854
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 32,757
  • WpVote
    Votes 854
  • WpPart
    Parts 5
Complete, First published Jun 28, 2019
Cerita ini aku tulis berdasarkan kisah nyata, Sekitar tahun 2000an. Dipinggiran Sumatera Utara, Saat di mana keluargaku pindah dan menempati rumah tua berasitektur zaman belanda
Public Domain
Sign up to add RUMAH ANGKER to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) by Chillbanana313
9 parts Complete
(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****
Jeritan Malam - ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan (SUDAH DITERBITKAN) by metamorfosis2015
29 parts Complete Mature
SUDAH DITERBITKAN, TERSEDIA DI GRAMEDIA.....@meta.morfosis, Menjadi manusia normal adalah impian dari setiap manusia, tapi apa jadinya ketika anda mengalami sebuah peristiwa, dimana peristiwa tersebut akan merubah perjalanan hidup anda, dari yang semula terasa indah menjadi sebuah mimpi buruk Nama gue reza, gue merupakan lulusan salah satu perguruan negeri ternama di salah satu universitas negeri yang ada di Jakarta, yaa...sebuah kampus yang berada pada lingkungan yang asri dengan banyaknya pepohonan besar disekitarnya, bahkan bisa dikatakan kampus gw tersebut merupakan sebuah hutan kota diantara banyaknya bangunan besar yang ada di jakarta Hampir kurang lebih empat setengah tahun lamanya gue mengenyam pendidikan di kampus tersebut, hingga akhirnya di saat waktu kelulusan tiba, gue pun mendapatkan sebuah panggilan pekerjaan yang akhirnya mengantarkan perjalanan hidup gue untuk berlabuh di salah satu kota yang ada di jawa timur. Pada awalnya perjalanan hidup gue ini terasa begitu indah, bahkan bisa dikatakan sempurna, karena bisa di bilang tuhan begitu memudahkan setiap langkah yang gue ambil dalam menjalani kehidupan di dunia ini, tapi semua keindahan dari rangkaian perjalan hidup gue itu, kini berubah secara drastis, seiring dengan terjadinya berbagai macam kejadian aneh yang gue alami di salah satu mess perusahaan yang berlokasi di jawa timur Dan percayalah....ketika gue menuliskan semuanya ini, gue tercekam dalam rasa ketakutan yang mendalam, rangkaian kata kata yang tertulis diantara jentikan jari jemari gue pada barisan huruf yang berada di keyboard kini seperti tidak lepas dari tatapan dingin mata mereka, dan sejujurnya saat ini gue hanya berharap semoga malam ini cepat berlalu dan berganti menjadi siang.....
You may also like
Slide 1 of 10
Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT) cover
Kembali cover
GARIS KETURUNAN cover
Aku berbeda cover
Penghuni Kamar Nomor 7 (TAMAT) cover
ILMU HITAM (COMPLETED) cover
Jeritan Malam - ketika keindahan menjadi sebuah ketakutan (SUDAH DITERBITKAN) cover
SEWU DINO (1000 HARI) cover
WHO ME cover
JEMBATAN PESUGIHAN cover

Dark Tales From Deep In The KEBUN DJENGKOL (TAMAT)

9 parts Complete

(BASED ON TRUE EVENT) **** Ini adalah kisahku saat mengikuti perkemahan PMR Regional provinsi. Dimana lokasi yang ditempati merupakan tempat pembantaian terbesar PKI dimasanya. Kisah kelam korban di masa lalu membentuk entitas kengerian ditempat itu. Sosok-sosok yang masih tak terima saat dibantai karena ketidakadilan memenuhi lokasi area bekas Belanda tersebut. Disini mereka menanti. "Kebun Djengkol". **** BRAKKK... Tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya. Spontan aku yang kaget langsung berlari menjauhi. Ketika melewati tembok jalan keluar bilik kamar mandi, aku tak sengaja menabrak seseorang. "Cuk!!!" Awalnya pemuda itu sempat marah, namun ekspresinya berubah saat melihat wajahku yang sudah pucat pasi. Aku pun bengong sepersekian detik. Bukan, bukan karena terpesona melihat wajah orang tampan layaknya adegan film-film romantis remaja. Namun aku berusaha menenangkan diri dari sisa ketakutan. Pemuda itu menatapku dengan ekspresi yang susah dimengerti. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya kemudian. "Nggak apa-apa. Maaf nggak sengaja nabrak". "Kenapa? Habis liat hantu ya?" "Ah ituu ..." "Kuntilanak ma setan bocahnya masih ngeliatin kamu tuh." Ucapnya santai. Dadaku kembali berdegup kencang sambil mengumpat lirih. Kini aku ganti memandangnya lekat. Dan pemuda itu membalas reaksiku dengan menyipitkan mata. "Apa?" Tanyanya kemudian. "Kamu bisa liat kan 'mereka' kan?" "Liat apa?" Aku sedikit melangkah mendekatkan diri sembari berbisik "Demit" Pemuda itu sempat terbahak. Lalu tiba-tiba menjulurkan sebelah tangannya. "Aku Aji." ****