BYANICE ✓

BYANICE ✓

  • WpView
    Reads 323,549
  • WpVote
    Votes 15,237
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 10, 2021
Byan jengah dengan keluarganya yang selalu mengkhawatirkan dirinya karena pembawa gen terkuat mendiang mommanya. Ia terlalu mirip hingga apa yang mereka takutkan bisa jadi terulang dalam keluarga mereka, maka dari itu sang Papah dan ketiga kakak laki-lakinya menjaganya dengan begitu ketat. Katakan saja, keluarganya terlampau overprotektif terhadapnya. Ini fakta menarik tentang dirinya, ia benci medis juga pasangan yang berlovey-shit-dovey di hadapannya. Sampai suatu saat, ketika ia diizinkan mengikuti sekolah formal pada umumnya, Ia menyukai seseorang dari kakak kelasnya. [SEDANG DIPERBAIKI ᵗᵃᵗᵃ ᵇᵃʰᵃˢᵃ, ᵖᵉⁿᵍᵍᵘⁿᵃᵃⁿ ᵉʸᵈ, ᵈᵃⁿ ᵖᵉⁿᵉᵐᵖᵃᵗᵃⁿ ᵗᵃⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ʸᵃⁿᵍ ᵇᵉˡᵘᵐ ˢᵉˢᵘᵃⁱ.] Murni kerja otak, punten. Kata si anu sih ceritanya enak, enjoy~
All Rights Reserved
#13
diktator
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • My Three Brothers [Terbit]
  • Young Lady's Bodyguards (TAMAT)
  • The Malfoy's
  • Tiga penjaga papa (END)
  • AZELLO [END]
  • (End) Athanasia Wagner 2 : Seven Lights
  • BabysitterBoy
  • My Twins Brother

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines