Sang Mati Rasa ( SMR )

Sang Mati Rasa ( SMR )

  • WpView
    Dibaca 14
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 1, 2019
WpInfo
Fiksi
Romansa
Adolein Neivy adalah nama lengkapku. Dan Kau bisa memanggilku Dolein. Maaf, aku sedang tidak berselera berbicara. Dia, manusia tidak berperasaan itu baru saja melakukan kekerasan padaku. "DOLEINNNN!!!!!! DI MANA KAU?!" Aku menatap luka yang diberikan oleh pria itu. Cardoln Nevato. Aku masih tidak berniat menjawabnya. BRAKKKKK! Dan di sini aku sekarang, duduk di lantai, menatap sosok tanpa perasaan itu, dan aku bisa melihat sosok iblis menguasai dirinya. "Apa yang sudah kukatakan padamu?! Kau tidak berhak melarang Chasey di rumah ini. Ingat kontrak kita! Hanya kontrak!" Sosok yang sedang berdiri di hadapanku ini adalah sosok yang sudah membuatku kalah. "APA HANYA DIA YANG ADA DI PIKIRAN..." PLAKKKKKK! Aku tidak melanjutkan kalimatku barusan karena sebuah tamparan baru saja mengenai pipiku. "KAU SUDAH BERANI MEMBENTAKKU?!" Sosok iblis itu mendorongku ke tembok di belakangku. Nyes.... Rasanya aku hancur. Selain karena ia sudah berhasil membuatku kalah dalam permainannya, dia juga berhasil menghancurkan tubuhku. Aku merasa pusing di bagian belakang kepalaku. Belum sampai di situ, ia masih menghukumku atas perbuatan yang tidak kulakukan. Wanita tidak punya rasa malu itu memang tidak waras lagi. "SEKALI LAGI KAU MENCOBA MENGUSIRNYA," Ia menarik rambutku lebih kuat. "KAU AKAN MERASAKAN AKIBATNYA! Ia melepas jambakan itu. Meninggalkan ku yang sudah lebam di mana - mana. Ini sudah menjadi rutinitas sehari - hariku, menjadi pelampiasannya. "Tidak bisakah.. Sekali saja.. Dia membuka hatinya untukku?" aku menatap diriku sendiri di cermin. Hancur, hilang sudah sosok Dolein yang selama ini dikagumi semua pria. Aku sendiri, menyesal menerima tawarannya. "Aku akan membuatmu menyesali semua perbuatanmu padaku, Dovato." Iya, bertahan lah sedikit lagi, aku tersenyum sinis, mengelus perutku yang masih datar itu. "You'll be mine. Just wait."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓
  • Angel
  • Losing Us [SELESAI]
  • Afterhours🔞
  • Deon Memiliki Paman
  • Chain Desire
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • Katanya Jadi Anak Terakhir Enak - WOONHAK [Terinspirasi dari kisah nyata]
  • PRINCE NORTH BABY

Pernahkah kalian mendengar bahwa "Kita punya cinta tapi Dunia punya norma?" Norma dan Aturan dunia yang sudah kami langgar bersama-sama Memang benar kata orang Cinta itu Buta sampai-sampai aku tak bisa membuka mata kembali untuk mencari sosok yang dapat menggantikan dirinya Menurutku dia sempurna, jauh dari kata sempurna tidak ada kata yang dapat mendeskripsikan bagaimanakah sosok dirinya "Aku akan melawan seluruh dunia hanya untukmu" "Tapi, kau tau bukan bahwa dunia ini tidak mendukung keputusan kita.." "Aku tidak percaya dengan yang namanya dunia, dunia terlalu kejam bagi orang-orang seperti kita.." "Aku tau itu tapi.. kita tidak bisa egois dunia punya aturan dan norma yang berjalan, mereka tidak akan mau untuk menyetujui keputusan kita.." "Jangan menyerah aku mohon, kita akan memperjuangkan nya bersama-sama melawan semua yang menghalangi kita.." "Aku tidak bisa.." "Kenapa kau menyerah? kita sudah pernah berjanji untuk selalu bersama-sama dalam menghadapi rintangan bukan?" Dia tak bergeming, hanya diam membisu setelah pertanyaan yang aku ucapkan, Mungkin hal ini terlalu berat untuknya --- Ketika netraku pertama kali melihat sosok dirinya yang berdiri dihadapanku. Satu kata yang terucap dari bibirku "Cantik" Kulitnya yang putih, garis rahangnya yang tegas, mata berwarna hazel, serta bulu mata lentik yang berkibar ketika terkena angin senja. Disini detik ini waktu ini aku pertama kali melihatnya. Ketika tak sengaja tatapan kami bertemu dia akhirnya tersenyum padaku, hatiku luluh seakan semua jiwaku terbawa bersama dengan senyumannya. --- Happy Reading

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan