Story cover for Jealousy by warohhaaww
Jealousy
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Jun 28, 2019
seorang kakak beradik yang tak pernah akur dalam kehidupan sehari-hari, padahal mereka tahu itu akan membuat orang tuanya merasa kurang mendidik, pastinya akan membuat mereka amat sangat sedih. Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh besar dalam didikannya yang baik, yang tak pernah melawan orang yang lebih tua dari anaknya. Namun apalah daya, aku hanya di jadikan sebagai bahan sebuah pertengkaran antara aku dan kakakku sendiri, bagaimana bisa semua yang aku lakukan dimatanya adalah perbuatan yang salah, sedih ga sih, udah cape cape lakuin apapun pekerjaan rumah, tapi masih tetap salah?
aku manusia kak, bukan robot:(


Btw "jealousy" disini bukan tentang kecemburuan terhadap pasangan yaa teman teman, tetapi kecemburuan seorang kakak terhadap adik kecilnya yang selalu dimanja ibunya.
All Rights Reserved
Sign up to add Jealousy to your library and receive updates
or
#892manja
Content Guidelines
You may also like
Eliinaa by vfryfrljnvsnmtm
5 parts Complete
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Kami yang Berdosa by Haneaz
55 parts Complete Mature
Arsya merupakan anak asisten rumah tangga dari keluarga Lidya. Saat Arsya berusia 11 tahun, ibunya meninggal. Lidya sudah berjanji bahwa dia akan menjaga Arsya. Namun, kedua anak Lidya-Kevin dan Clara membenci Arsya, karena menganggap Arsya merebut kasih sayang ibu mereka. Saat Arsya dewasa dan cukup matang, ia menikahi Lidya. Kedua anak Lidya-tak terima dan menentang keras keputusan sang ibu. Kakak dan adik itu semakin membenci Arsya. Keduanya selalu berusaha menyingkirkannya dari rumah. Namun, karena suatu kejadian, kebencian Clara terhadap Arsya, perlahan malah berubah menjadi cinta. ________________________ Kevin teriak, "Mama yang keterlaluan! Ma! Orang nggak tahu diri itu lebih muda dari aku, Ma! Apa Mama nggak malu? Selain karena anak pembantu, orang nggak tahu diri ini masih sangat muda, Ma! Beda jauh umurnya sama Mama. Tolong, Ma! Tolong! Sadar! Kalian itu beda jauh umurnya! Nggak pantes. Ini gila, Ma!" Lidya menahan oksigen di dalam tubuh untuk sekian detik. "Memangnya kenapa kami harus malu? Kami bukan pencuri, bukan penjahat, bukan koruptor. Apa ada larangan dalam hukum negara dan agama untuk menikah dengan orang yang berbeda jauh umurnya? "Menikah dengan seorang yang jauh berbeda umur, bukanlah hal yang memalukan, atau pun terlarang, asal keduanya sudah saling dewasa. Arsya sudah dua puluh tahun, sudah dewasa, dan pikirannya juga dewasa," jelas Lidya. Tangannya menunjuk Clara dan Kevin. "Tidak seperti kalian berdua, umur sudah dewasa, tapi tidak pernah berpikir dewasa." Kevin memutar badan, meremas kerah Arsya yang masih duduk, dan memaksanya berdiri. "Lo, dasar anak dari perempuan murahan! Makanya lo bahkan nggak tahu ayah lo itu siapa!" _________________ Cinta mulai tumbuh, ketika sudah terlarang. _________________ Original story by Haneaz. Dilarang plagiat.
Bagian tak berjudul 1 by Naditaputri422
12 parts Complete
Perkenalkan Zefanya namanya. Perempuan yang mempunyai masa kecil paling buruk, perempuan yang tidak tau gimana caranya mengontrol diri, perempuan yang paling sok berkuasa di muka bumi ini, perempuan yang gigih dengan pilihan nya namun terkadang juga salah dalam memilih, perempuan yang selalu cepat dalam mengambil keputusan, perempuan yang tidak memikirkan perasaan orang lain, perempuan yang egois, perempuan yang gak memikirkan kedepannya bakal gimana, perempuan yang tumbuh dari pola asuh yang menuntut segalanya harus terjadi secara cepat dan ternyata di satu momen ia menemukan hal yang selama ini ternyata adalah ketakutan terbesarnya dalam hidup atau mungkin juga makhluk2 yang ada dibumi ini yaitu kesepian, dan perempuan paling rendah yang hampir nge bunuh teman nya sendiri. Inilah dia, ketika tumbuh besar dia menyadari bahwa hal terbesar yang dia takuti adalah tidak sabaran. Perempuan yang berisik sama isi kepala nya sendiri dan perempuan yang tidak menyadari bagaimana selama ini ia tumbuh dan berproses yang dimana itu adalah proses pertumbuhan yang sangat negatif dan buruk. Selama ini Ibunya menyangka anak itu hidupnya damai dan tentram tidak punya masalah sekalipun tidak pernah meminta hal yang macam-macam seperti anak-anak yang lain, tapi suatu ketika ia menjelah di dunia nya yang baru yang mana tempat itu merupakan tempatnya untuk melarikan diri ada banyak hal yang terkuak yang selama ini ibunya tidak pernah tau. Apakah ketakutannya hanya delusi? atau nyata dan malah menjadikannya pribadi yang sadar bagaimana selama ini ia menjalani hidup? Penasaran dengan ceritanya let's get read. Instagram account @tidakbaikbaiksajaa
You may also like
Slide 1 of 10
Eliinaa cover
Constellations From The Room cover
Kami yang Berdosa cover
RAVEN [ ✔ ] cover
Bagian tak berjudul 1 cover
Yang Terlupakan  cover
VIETATO cover
ELIO [ end ] cover
Rumah Penuh Cerita cover
Kisah Untuk Janaka cover

Eliinaa

5 parts Complete

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.