Story cover for Say Bye by inggridsonyaaa
Say Bye
  • WpView
    Reads 410,063
  • WpVote
    Votes 20,978
  • WpPart
    Parts 12
  • WpView
    Reads 410,063
  • WpVote
    Votes 20,978
  • WpPart
    Parts 12
Complete, First published Jun 28, 2019
Mature
Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam.

Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. 

Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti.

Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. 

Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan?



"Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku  kembali."





*Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+
All Rights Reserved
Sign up to add Say Bye to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
SINCERELY YOURS by CesenaNazeera
49 parts Complete
Sudah sewajarnya seorang pria dewasa dari keluarga kaya raya menginginkan seorang istri yang cantik, pandai dan cerdas. Qiana Asnawara sangat memenuhi kriteria itu. Dia memiliki ijazah S2 di salah satu universitas terbaik dan telah bekerja tentunya. Dia suka merawat diri dan suka memasukkan pengetahuan ke dalam kepalanya. Dia juga rajin dan sangat ramah. Riwayat hidup hebat Qiana sampai ke telinga sepasang suami istri yang mencari pasangan untuk anak mereka. Tanpa banyak acara, lamaran di sampaikan dan pernikahan pun terjadi. Namun ada hal yang aneh. Sang mempelai pria tidak tersenyum di foto pernikahan. Hanya Qiana yang tersenyum tipis nan anggun. Di sampingnya, hanya ada pria tampan dengan wajah muram nan kaku. Pria itu bahkan menghindari kontak mata dengan Qiana. Tidak ada kebahagiaan di matanya. Hanya ada kepasrahan dan keterpaksaan. Qiana dapat merasakan kalau pria itu membencinya. Dia tahu hanya dari matanya dan dari kenyataan bahwa pria itu memiliki wanita lain. Lalu beberapa bulan kemudian, pria itu mulai menaruh perhatian padanya. "Qiana mau berangkat kerja? Mau aku anterin?" "Qiana masakanmu enak." "Qiana bisa tolong pasangin dasiku?" "Qiana.. kamu suka bunga kan?" "Terimakasih Qiana." "Qiana?" Ratusan Qiana lainnya yang membuat Qiana tersenyum, tertawa, kesal, kadang marah dan bahagia. Kisah ini tentang Qiana dan Arkana yang penuh dengan manis, asam pahit dan luka. -Sincerely Yours- . . . # 13 dalam musik (19/1/24) start : 230223 End : 171123 Re-make in 2025 for better storyline
You may also like
Slide 1 of 8
Erlangga cover
Kesana Kemari Tahunya Kamu (END) cover
DEAR SOPHIA cover
2nd Bite of The Cherry cover
Kumpulan Novelet Romansa (one shoot) cover
SINCERELY YOURS cover
224: Today, Tomorrow, Forever cover
TOUCHED (End) cover

Erlangga

7 parts Complete

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?