Say Bye
  • WpView
    Reads 411,675
  • WpVote
    Votes 21,051
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 21, 2024
Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu, Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam. Keinginan itu tidak muluk, cenderung mudah, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik-baik saja yang Qia susun, hancur berantakan. Qia hilang arah. Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan cowok itu. Dari mulai mengencani banyak cowok hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau juga belajar menerima Adi, cowok yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti. Namun, ketika hidup Qia sudah berjalan sebagaimana keinginannya, Ervan justru kembali lagi. Dan fakta yang baru diketahui Qia tentang cowok itu membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Dalam kisah ini, sebenarnya siapa yang lebih terluka? Dia atau Ervan? "Di waktu-waktu yang akan datang, sebanyak apa pun selamat tinggal terucap dalam kisah ini, aku harap tetap kamu tempatku kembali." *Cerita ini diperuntukkan pada pembaca yang sudah berumur 19+
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE FOUND REGARDLESS
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Fall Too Deep For You
  • 224: Today, Tomorrow, Forever
  • SINCERELY YOURS
  • Crazy Marriage
  • Kesana Kemari Tahunya Kamu (END)
  • DEAR SOPHIA
  • TOUCHED (End)

Gagal menikah karena tunangannya berselingkuh tak menghentikan Hana untuk tetap pergi "bulan madu" sendirian ke Turki. Di sana, ia bertemu Kaivan yang baru saja bercerai. Dua orang asing dengan hati yang patah itu membuat kesepakatan impulsif: menjadi pengganti satu sama lain selama perjalanan, larut dalam sesuatu yang seharusnya tak pernah terjadi, dengan janji untuk melupakan semuanya setelahnya. Namun, takdir punya cara sendiri untuk mempermainkan mereka. Dua tahun berlalu, dan tiba-tiba, mereka kembali dipertemukan-bukan di negeri asing, tetapi dalam kehidupan nyata yang tak memberi ruang untuk pura-pura. Apakah pertemuan ini kesempatan kedua untuk menemukan cinta, atau hanya pengingat bahwa beberapa kisah memang seharusnya dibiarkan selesai?

More details
WpActionLinkContent Guidelines