Legend of The Empyrean Blacksmith

Legend of The Empyrean Blacksmith

  • WpView
    Reads 461
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 18, 2019
Seorang anak yatim piatu dengan impian menjadi besar melalui pandai besi diberikan kesempatan sekali seumur hidup untuk berhasil ketika dia diambil oleh pasangan aneh - Eggor dan Ella. Sementara mantan mengajarinya seni kerajinan, yang terakhir mengajarinya mistisisme kultivasi, memberinya dua jalur untuk melangkah dalam kehidupan ini. Dia perlahan-lahan naik dari menjadi bukan siapa-siapa di tengah-tengah dari mana saja menjadi seseorang yang dapat mengubah struktur seluruh dunia!
All Rights Reserved
#32
battle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Destiny of the Cultivator: War of the Gods
  • Blue Trapped In BL Novel
  • Birth Of The Demonic Sword
  • [HIATUS] Between Obsession And Love
  • The Strait of Silence
  • Threads Of A Broken Fate

Kael. Hanya satu nama, namun membawa beban kesendirian yang mendalam. Ia adalah sebatang kara yang tumbuh di dalam pelukan kesunyian sebuah desa terpencil, jauh dari gemerlap peradaban. Kehidupannya yang bersahaja mendadak koyak ketika, melalui takdir yang teramat kejam, ia terseret ke dalam pusaran konflik yang selama ini hanya menjadi bisikan dalam mitos, peperangan epik antara para dewa. Titik baliknya terletak pada penemuan yang mengubah segalanya: Void Core. Bukan sekadar artefak, melainkan jantung kekuatan yang tak terjamah, bersemayam di dalam dirinya, memberinya kemampuan unik yang melampaui nalar manusia. Kekuatan dari kehampaan itu kini menjadi satu-satunya tameng bagi dunia yang ia cintai. Dipaksa untuk memahami dan mengendalikan energi yang mengancam untuk merobek jiwanya, Kael harus melampaui setiap batas yang ia kenal. Perjalanan yang membentang di hadapannya adalah sebuah ujian agung. Ia tak hanya melawan dewa yang berlumur amarah dan makhluk-makhluk kosmik yang mengerikan, tetapi juga melawan keraguan yang menggerogoti kalbu. Setiap langkah membawanya semakin dekat pada puncak dilema yang mengguncang dasar eksistensi: Apakah ia akan memilih untuk mengorbankan segalanya, termasuk esensi dirinya, demi mewujudkan visi suci tentang sebuah dunia yang terlahir kembali dari abu kehancuran? Atau, akankah ia menyerah pada kekuatan takdir yang mengikat, membiarkan kehampaan menelan cahaya terakhir harapan, dan menyaksikan peradaban manusia lenyap ditelan kegelapan abadi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines