UNTUK DI BACA BUKAN DI TULIS ULANG!
BELUM DI REVISI
Luka dan air mata sudah menjadi teman bahkan makanan sehari-hari dalam peran utama dalam cerita ini.
Di benci orangtua sendiri tanpa adanya alasan yang logis bagaikan hidup di pinggir neraka, tidak ada kasih sayang bahkan perhatian. Jessi Paranisa Putri-tokoh utama yang mempunyai sifat bak es karena memilih mengubah kepribadiannya sebab perlakuan tidak wajar dari orangtuanya.
Ia anak kandung, bukan anak angkat, Jessi jelas lahir dari rahim seorang ibu yang membencinya. Diam adalah cara terbaik menyembunyikan luka.
Hingga Tuhan mempertemukan Jessi dengan sosok laki-laki yang sifat dan tingkahnya 180 derajat jauh berbeda.
Akankah Jessi tahu alasan logis orang tuanya selama ini?
Akankah Jessi akan hidup bahagia setelah bertemu dengan sosok laki-laki dalam hidupnya?
Akankan Jessi bisa melengkungkan senyumnya yang sudah lama sirna?
Happy Reading ^^