INEFFABLE ✔

INEFFABLE ✔

  • WpView
    LETTURE 10,643
  • WpVote
    Voti 884
  • WpPart
    Parti 23
WpMetadataReadCompleta ven, feb 28, 2020
[COMPLETED] \Ineffable\ Too great to be expressed in words. Askhalika Pragiwara memilih untuk hidup gelandangan dan miskin seperti gembel, bekerja mati-matian hanya untuk menghidupi kebutuhan sehari-harinya yang tak seberapa dibandingkan tinggal di rumahnya yang mewah, megah, dan penuh dengan emas yang membuat siapapun yang melihat bisa ngiler. Semuanya ia lakukan untuk menghindari pria tua sialan yang ia panggil dengan sebutan Papa. Hingga semesta membawanya ke hadapan Edena Liwansa, seorang cewek buta yang memiliki mata abu-abu serupa langit kelam sebelum badai. Dan begitu saja, hidup Khalik berubah seratus delapan puluh derajat.
Tutti i diritti riservati
#92
briankang
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • PLUVIOPHILE
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Cinta Beda Alam (End)
  • ATMOSFER [END]
  • bisikan
  • CANTIKA
  • Cava's Melodic Heartbeat
  • William's Obsession
  • Kutukan Tumbal

"Hari ini, aku masih menjadi pluviophile-mu. Aku rela dijatuhi derasnya rindumu padaku." - Quilladin Delina Indrawari Quilladin Delina Indrawari, gadis cantik yang lahir di tengah hirup pikuk kota lumbung padi. Dirinya terlahir di tengah keluarga berada, apa yang ia inginkan mungkin bisa terkabulkan hanya dengan mengedipkan mata. Tapi ternyata tidak, yang ia inginkan hanya ibunya. Jauzan Adlarn Praxn, lelaki sedingin es yang mempunyai wajah setampan aktor Thailand membuatnya digilai seluruh kaum wanita di sekolahnya. Tetapi di hatinya masih tetap berada satu nama. Rasenja Anindya Bailaxhe. **** "Hai, aku Delina. Quilladin Delina Indrawari." Ucapku sambil mengulurkan tangan. "Hujan," ucapnya dingin tanpa menerima uluran tanganku. Dia bahkan membuang mukanya, dan menatap jalan di depannya. Apa aku salah dengar? Jelas-jelas disini memang hujan. apakah dia mengira aku buta? Tidak ingin salah paham, aku bertanya lagi. "Maksudnya?" Ucapku sambil mengernyitkan kedua alisku. "Nama saya Jauzan Adlard Praxn. Panggil aja Hujan," dia menjawab dengan dingin lagi. Tidak menatapku. Tatapannya masih kosong ke depan. Lalu, aku membulatkan mulutku membuat huruf 'o' dan berkata, "Lucu ya, namamu Hujan." Dia hanya berdeham sebentar lalu dia tak menghiraukanku lagi. **** Bagaimanakah kelanjutannya? Karena hujan mereka bertemu, apakah karena hujan juga mereka akan berpisah? Apakah keinginan Delina bisa terkabul hanya dengan mengedipkan mata? Apakah Jauzan bisa membuka hatinya lagi untuk wanita lain termasuk Delina? Kepoin ceritanya yuk, semoga kalian suka ya. Jangan lupa ajak teman, emak, bapak, adik, kakak, nenek, kakek dan tetangga buat baca cerita ini 😁 Aku butuh dukungan dari kalian semua. Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa !

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti