Story cover for Takdir by GoresanPena7
Takdir
  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 3
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Jun 29, 2019
Ku tatap pria yg di depan ku ini dengan tidak percaya. Pria itu terlihat biasa saja, senyum manisnya yg selalu iya tunjukan padaku sekalipun aku membuatnya marah, tatapan lembutnya yg membuatku selalu nyaman menatapnya. 

Aku tidak percaya ini,dia benar - benar terlihat biasa saja. Seakan kalimat yg baru saja dia lontarkan adalah kalimat yg selalu iya ucapkan padaku "Apa aku terlihat tampan sayang?"

Jika biasanya dia berucap seperti itu aku akan mendekatinya, mendekatkan wajahku pada wajahnya, mengecup bibirnya sekilas lalu mengatakan "Kamu selalu terlihat tampan dimataku."

Tapi ini.. apa - apaan ini..

"Sayang.. kamu melamun?" Seketika lamunanku buyar. Bahkan setelah mengatakan ini dia tetap memanggilku dengan sangat lembut.

"Sayang.. kita harus pergi sekarang. Carli sudah menunggu kita. Dia sudah menunggu kamu. Ayo kita perg....."

"Kamu menjualku?"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Takdir ke perpustakaan Anda dan menerima pembaruan
atau
#768selingkuh
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat oleh zei_llyn
17 bab Bersambung
"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] oleh tiaxyl
28 bab Bersambung Dewasa
"Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.
Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END] oleh Fratkn
56 bab Lengkap
"Lo gak sadar? Kita sama-sama hancur. Gak ada keharmonisan dikeluarga kita. Tapi lo bermimpi buat membangun rumah tangga sama gue? Lo pikir bisa? Lo yakin gak akan buat tuh anak menderita dengan kelakuan kita di masa depan? Lo yakin bisa jadi orang tua yang baik sedangkan darah lo mengalir dari dna seorang yang paling lo benci?!" "Lo mau buat gue mati ngenes kayak almarhumah nyokap lo? Atau mau sama-sama saling selingkuh kayak keluarga gue? JAWAB ZINO!" Kina hanya sekedar mantan kok bagi Zino. Iyakah? Tapi yakin hanya mantan? Memangnya ada mantan cemburu ketika melihat dia bersama yang lain? Ada ya mantan yang masih peduli? Mantan yang justru marah sampai berujung nikah? Nikahnya kepaksa karena situasi. Tapi perasaannya tulus dari hati. Mereka seperti sepasang sepatu yang melalui masalah hidup bersama dan melangkah tanpa arah yang jelas. Berusaha menemukan tempat terbaik sebagai tempat tujuan. Bagaimanakah cara dua broken home yang tak pernah merasakan kehangatan keluarga itu menciptakan sebuah keluarga yang harmonis demi buah hati mereka? Mampukah mereka menjadi orang tua yang baik? Sedangkan dalam hidup mereka sendiri tak pernah menemukan sosok yang bisa dijadikan sebagai panutan hidup. ____ ●Kalimat dalam cerita tidak baku ●Mungkin terdapat beberapa kesalahan yang tak disadari ~JANGAN LUPA MENINGGALKAN JEJAKNYA SETELAH MEMBACA. BERUPA VOTE & KOMEN~ ---- Cerita yang saya buat semata-mata hanya untuk menghibur dan tidak untuk menyinggung pihak manapun. Maaf jika ada salah yang tidak saya sengaja ataupun tidak saya ketahui. ---- PERINGATAN..! CERITA YANG SAYA BUAT MURNI PEMIKIRAN SAYA SENDIRI. JADI TOLONG JANGAN COPY CERITA INI DENGAN ALASAN APAPUN..! PLAGIAT HARAP MENJAUH..! ___ Publikasi: 24-09-2023 ____
My Sweet heart oleh Lukalagi
18 bab Lengkap Dewasa
TAMAT! "Yee.. lo tuh yang gak bisa jauh sama gw, Apaan pas waktu gw kabur kerumah papa, lo nangis-nangis trus nungguin di depan pager gk mau pulang sebelum aku maafin, lu tuh yang kecintaan sama gw sampe segitunya mangkanya gw kasian sampe sekarang sih lo kecintaan banget sama gw" gw balik melotot sama dia "Dihh.. siapa juga yang kecintaan sama lo, gw kan gitu soalnya mama marah soalnya lo kabur ya gw akting dong nangis di depan rumah lo biar lo balik kerumah ini biar mama gk marah," Qilla langsung diem natap gw. Eh gw kan becanda habisnya dia buka aib gw nangis-nangis masa suaminya di bilang kecintaan padahal dia juga kecintaan sama gw. "Jadi lo waktu nangis demi mama?" Bentak dia "Oke! Lu gk perlu ngelakuin itu lagi gw cukup tau siapa lo, siapa sih yang mau sama lo? cowok brengsek yang cuma bisa mainin cewek doang, gw cukup sabar yaa.. tapi kalau lo emang ngelakuin ini semua demi mama, cukup di sini aja, gw kalau gk cinta sama lo udah gw bunuh lo waktu tidur susah di bangunin" dia udah nangis sesenggukan "Ciee yang cinta, udah dong gw becanda kali sayang lagian lo ngapain ngomong lo-gw trus buka-buka aib gw yang nangis itu, kan gw jadi inget gw pernah nyakitin lo" gw hapus air mata dia "Lah lo nyuruh gw gk pakai lo-gw tapi lo sendiri juga pakai itu, dihh. sorry gw gak cinta sama lo gw cuma. keceplosan aja" dia ngomong nyolot ke gw "Jadi lo gk cinta gw?" Gw natap dia serius "Eng.. enggak, gw cuma kasian sama lo" dia ngomong sambil gelagapan "Oke, udah cukup jelas di sini cuma gw yang cinta dan sayang setengah mati sama lo, tapi lo gk. Ya udah, gw paham kok gw brengsek gw nyakitin lo mungkin gk akan termaafkan. Tapi, makasih atas rasa kasian lo, gw jadi sadar. Makasih banget" gw pergi dari hadapan Qilla buat ke kamar mandi. Hayooo beginilah cerita suami istri yang kalau di baca amburadul tapi gemesin dan ya gitulah. Baca vote and comment yak. Oke No copy no plagiat gengs jangan jail sama karya orang oke?
Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓ oleh Vina_ERC
20 bab Lengkap
Pernahkah kalian mendengar bahwa "Kita punya cinta tapi Dunia punya norma?" Norma dan Aturan dunia yang sudah kami langgar bersama-sama Memang benar kata orang Cinta itu Buta sampai-sampai aku tak bisa membuka mata kembali untuk mencari sosok yang dapat menggantikan dirinya Menurutku dia sempurna, jauh dari kata sempurna tidak ada kata yang dapat mendeskripsikan bagaimanakah sosok dirinya "Aku akan melawan seluruh dunia hanya untukmu" "Tapi, kau tau bukan bahwa dunia ini tidak mendukung keputusan kita.." "Aku tidak percaya dengan yang namanya dunia, dunia terlalu kejam bagi orang-orang seperti kita.." "Aku tau itu tapi.. kita tidak bisa egois dunia punya aturan dan norma yang berjalan, mereka tidak akan mau untuk menyetujui keputusan kita.." "Jangan menyerah aku mohon, kita akan memperjuangkan nya bersama-sama melawan semua yang menghalangi kita.." "Aku tidak bisa.." "Kenapa kau menyerah? kita sudah pernah berjanji untuk selalu bersama-sama dalam menghadapi rintangan bukan?" Dia tak bergeming, hanya diam membisu setelah pertanyaan yang aku ucapkan, Mungkin hal ini terlalu berat untuknya --- Ketika netraku pertama kali melihat sosok dirinya yang berdiri dihadapanku. Satu kata yang terucap dari bibirku "Cantik" Kulitnya yang putih, garis rahangnya yang tegas, mata berwarna hazel, serta bulu mata lentik yang berkibar ketika terkena angin senja. Disini detik ini waktu ini aku pertama kali melihatnya. Ketika tak sengaja tatapan kami bertemu dia akhirnya tersenyum padaku, hatiku luluh seakan semua jiwaku terbawa bersama dengan senyumannya. --- Happy Reading
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat cover
Kiara and zaki's love journey [sedang revisi √ ] cover
Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END] cover
My Sweet heart cover
DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE] cover
Stay or Go cover
RIRI NATARI [END] cover
Tentang Kita-DewNani (B×B) ✓ cover
Remember Me As A Time of Day✅ cover
Suddenly Marriage cover

ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat

17 bab Bersambung

"Kamu harus mendapatkan nilai sempurna." Ucap papaku dengan suara tegas, seolah-olah aku tak punya pilihan selain menjadi sempurna di matanya. "Kamu harus selalu mengalah dengan kakakmu." Ucap mamaku tanpa ragu dan menuntut. Bagi mama, akulah yang harus mengerti kakak dan mengalah jika bertengkar dengan kakak entah kakak yang benar atau salah. "Ini semua salahmu! Andai saja aku tak memiliki adik sepertimu!" Ucap kakakku dengan mata penuh kebencian, seakan keberadaanku adalah kutukan yang merusak hidupnya. "Kakakmu itu sudah sangat menderita, jadi kamu harus mengerti dia." Ucap nenekku, seperti akulah yang membuat kakak semakin menderita. "kamu mah enak! kamu pintar dan punya orangtua kaya!! Ga ada yang kurang dari hidupmu." Ucap salah satu teman perempuanku dengan nada iri, tanpa tahu betapa sepinya hidupku. "kamu beda banget sama kakakmu ya. Kakak mu cantik banget, tapi kamu? Jelek parah." Ucap salah satu teman laki-lakiku sambil tertawa, seolah aku hanyalah lelucon menyedihkan di matanya. "Terima kasih... Kamu selalu menjadi pendengar yang baik." Ucap sahabatku dengan nada lembut, tapi entah kenapa kata-katanya terasa seperti pengingat bahwa aku hanya ada untuk mendengar, bukan untuk didengar. Lalu, kakek menatapku. Matanya teduh, penuh kasih, berbeda dari yang lain. "Apa kamu benar-benar baik-baik saja, cucuku?" Ucap kakekku, satu-satunya suara yang terdengar tulus di antara semua itu. Aku ingin menangis. Aku ingin berteriak bahwa aku tidak baik-baik saja. Aku ingin mengatakan bahwa aku lelah, bahwa aku tak tahu harus bagaimana lagi. Tapi aku tersenyum lebar pada kakekku. Aku menahan air mataku agar tak jatuh, karena aku tahu... air mata tidak akan mengubah apa pun. "Aku baik-baik saja." Ucapku dengan nada ceria yang ku paksakan, seperti biasa. • Hasil karya sendiri • bahasa baku dan non baku • maaf kalau ada kesamaan tempat, nama, dsb dalam cerita *** Happy_Reading ***