cold husband[OSH]

cold husband[OSH]

  • WpView
    Reads 208
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 26, 2019
Dia entah mengapa selalu dipikiranku,apa mungkin selama berjalannya waktuku bersama dia aku mulai tertarik-mina Aku berpikir untuk selalu bersamamu walau kamu tidak pernah mengnganggapku ada disisimu ,walau rasanya sakit tapi aku akan tetap bertahan-sehun Ini tentang kisah perjuangan sehun untuk mendapatkan mina dengan seribu cara agar sehun tetap berada di samping dia,entah mengapa sehun tidak pernah mau mundur,apakah sebegitu cintanya sehun kepada mina hingga dia selalu mementingkan mina dari pada dirinya sendiri. Dia pernah berkata " apa perlu ku pertaruh kan nyawaku agar mina melihatku !!" Entah sampai kapan kesabaran sehun akan terus ada buat mina .mungkin sampai dia lelah atau sampai mati tidak ada yang tau . *tolong bertahan untuk ku ,aku akan memperbaiki semua ini .tapi jangan tinggalkan aku !!- mina Mau tau kisah sebenernya seperti apa ,jangan lupa baca ceritanya dan vote dan jangan lupa follow akun akunya agar tau aku up cerita baru.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • Bad Daddy!
  • Little Love Story
  • TIAP-TIAP PUNYA MASING MASING
  • Happy?? [Taejin][Taekook]
  • AKHIR (tak) BAHAGIA
  • TAK BERSAMBUT
  • All The Small Thing
  • Joahaeso Mian [2Min reverse]
  • Dalam Diam

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines