The Last Winter in Korea

The Last Winter in Korea

  • WpView
    LECTURAS 492
  • WpVote
    Votos 214
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadConcluida lun, jul 6, 2020
Konon ketika roda mobil berputar maka tantangan akan dimulai. Si sopir mulai mengendalikan kemana arah hidupnya. Tak dihiraukannya malam bersaju di Seoul diterobosnya langit malam penuh kedinginan dan ancaman² beranda Seoul. Ya,ia sedang mengalaminya. Ketika tubuhnya dingin,lemas,dan lesu pandangannya kabur tetapi kaki mungil terus melangkah merayu pintu disana. Betapa ia sedang merindukan malaikat yg jauh dari hidupnya sejak ia menginjak usia 15 tahun. Namun ketiadaan keluarga, tak menenggelamkan otaknya. Kini ia telah dewasa, bekerja sebagai pengendali mesin besar mengangkatnya sebagai mahasiswa S1 komunikasi yg cerdas. Dilemparkannya tubuh lemas disebuah kapas lebar di gedung yg ayahnya miliki dulu. Terlelap sudah mata seyup Kim So Yeon diselimuti dengan dinginnya hawa malam Kota Seoul.
Todos los derechos reservados
#2
pecandu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Where My Heart Remains (내 마음이 머무는 곳에)
  • Mianhae Hyung || So Junghwan {SEDANG DIREVISI}
  • BERDANSA DENGAN MAUT
  • Jerk Boss ✓
  • enDure || HAJEONGKYU - JEONGKYU - KYUWOO
  • My Soul in Seoul
  • "KILLED" Season 1
  • The Snow That Slowly Melts

"Aku lupa segalanya... tapi kenapa hatiku masih mencarimu?" Mereka pernah bahagia di Jeju. Jauh dari keramaian kota, jauh dari sorotan kamera. Hanya ada pagi yang tenang, rumah kecil penuh aroma kopi, dan dua hati yang saling memilih setiap hari. Kim Jiwon, seorang ilustrator buku anak-anak, dan Lee Jehoon, mantan atlet tinju nasional yang pernah bertarung demi negara, kini memilih hidup sederhana, berdamai dengan luka masa lalu. Namun segalanya berubah dalam satu hari. Kecelakaan itu merenggut ingatan Ji-won, menghapus setiap jejak cinta yang pernah mereka punya. Baginya, Jehoon hanyalah pria asing yang terlalu tenang, terlalu sabar, dan terlalu sering menatapnya seolah kehilangan sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Tapi cinta tak selalu butuh dikenang untuk dirasakan. Kadang, hati menyimpan sesuatu yang bahkan pikiran tak sanggup menjangkaunya. Dan bagi Jehoon, kehilangan ingatan Jiwon bukan akhir, itu adalah awal. Awal dari mencintainya sekali lagi. Dengan lebih pelan, lebih lembut. Tanpa terburu-buru untuk dikenali... hanya berharap untuk dicintai, lagi. "Kalau hatimu lupa jalan pulang... bolehkah aku jadi petanya?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido