Khumaira

Khumaira

  • WpView
    Reads 78,204
  • WpVote
    Votes 4,017
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Irsyad Dhiaurrahman Hafidz... Suamiku, teman hidupku di dunia dan Inn Syaa Allah sampai akhirat. Begitu banyak pasang mata yang aku temui, namun aku hanya terperangkap di dalam matamu. Sikapmu yang penyayang membuatku luluh dalam pelukanmu, senyuman hangatmu slalu mampu menenangkanku, sifatmu yang menyebalkan ternyata membuatku rindu ketika kau tidak ada di samping ku. Aku tidak tahu sejak kapan rasa cinta ini hadir. Benar rupanya, ketika kita melibatkan Allah dalam setiap kehidupan ini, kebahagiaan pasti akan selalu datang menghampiri. Aku tidaklah sedewasa Ibunda Khadijah, tidak pula seperti Sayyidah Aisyah yang cantik lagi cerdas, juga tidak seperti Fatimah yang slalu tabah juga pemberani. Namun, sebisa mungkin aku akan menjadi diriku sendiri dan menjadi bidadari surga mu. Setelah ijab dari ayahku dan qobul dari mulutmu terucap lantang, juga setelah kata sah itu terucap dari para saksi, saat itu pula segala hal yang aku lakukan menjadi tanggunganmu. Dan kini, aku mempunyai tugas untuk selalu taat Kepada-nya juga kepadamu... Suamiku. Anna Uhibbuka Fillah imamku Bismillahh. Mohon dukungannya ya sahabat Fillah ku♥ Jazakallah khayr🤗🤗
All Rights Reserved
#11
strongwoman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nasha Hafidzah Tusalwa.
  • Quwwatul Hub
  • Secretly Yours
  • Abdurrahman X Atika Zaman Now
  • Persimpangan Jalan (END)
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM
  • Ishq Habibi [SEGERA TERBIT]
  • Imamku (SELESAI)
  • Benthala Gharam
  • ADA PELANGI DI UJUNG WAKTU

Nama saya Nasha. Nasha Hafidzah Tusalwa lebih kurang orang-orang memanggil saya dengan demikian. Saya berusia 20 tahun, saya menemui sosok yang begitu mencintai saya dengan tulus walaupun dia masih mencintai almarhumah istrinya, tapi saya tidak mempermasalahkan akan hal itu. Namun, namanya juga seorang perempuan pasti ada rasa cemburu ketika suaminya membicarakan wanita lain di hadapannya. Bukan itu poin pentingnya, saya belum mencintainya namun dengan ketulusannya pada saya perlahan-lahan cinta itu muncul. Saya menikah dengannya ikhlas tidak ada paksaan apapun. Rumah tangga kami selalu harmonis dengan dibaluti syariat di dalamnya. Ujian menimpa kami ketika seseorang dulu pernah mengaku mencintai saya dia datang lagi dan membuat onar. Karena dia juga saya mengalami terus-menerus ujian berat ini. Demi Allah, saya tidak akan pernah memberikan kehormatan dan kesucian ini pada orang yang tidak halal bagi saya. Yang susah payah saya menjaganya selama ini, keindahan ini hanya untuk mahram saya saja. Tidak akan pernah saya berikan pada orang itu. Walaupun sampai mati pun tidak akan pernah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines