Cherven

Cherven

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 4, 2019
Histoire Azalea--dinamakannya tanpa menggunakan marga klan, sebab ia tak dianggap oleh ayahnya, yang merupakan raja dari sebuah klan daemonium, klan Ayhner. Malang nasibnya, tetapi tak lagi kala ia bertekad 'tuk bangkit dari keterpurukannya selama bertahun-tahun dikungkung dalam istana ayahnya--ah, lebih tepatnya penjara. Tiap malam, akal busuk merayapi dirinya secara perlahan, secuil demi secuil hingga membumbun. Pada puncaknya, dicurinyalah détruire yang memang sudah sepantasnya miliknya, tetapi hak itu tak diberikan oleh ayahnya. Lantas, ia lari hingga ke ujung dunia dan dikiranya ia telah bebas, tetapi nyatanya ia malah terjebak dalam keadaan yang lebih rumit dibandingkan kehidupannya terdahulu. Dapatkah Histoire melaluinya ataukah putus asa dan kembali ke asalnya?
All Rights Reserved
#328
demon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MAREAPADA [Revision]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Menentukan Takdir Antagonis
  • Wasted Princess [On Going]
  • Kingdom In Ashes
  • Moon Without Light [TERBIT]
  • DxD
  • ANTAGONIS YANG TAK LAGI SAMA

Mareapada The Secret of The Universe. Ketika semuanya telah hancur dan terlambat. Hanya keluarganya yang bertahan, dan terlambat menyelamatkan perempuannya. "Aku saja yang dihukum, mengapa harus dia juga?" Mereka melindungi sekaligus menghancurkan. Memang seharusnya karma menyertai keduanya. Kembali kepelukan. Namun, dunia yang berbeda untuknya membuat Arte Daimon memanfaatkan anak sulung pengusaha terbesar yang sudah berdiri berpuluh-puluh tahun dan terus beregenerasi, yang diketahui manusia. Mungkin, ini keserakahan yang dapat dimaklumi. "Apapun untuk kebahagiannya, waktunya terlalu singkat untuk hidup. Kalau dia mampu menembak jantungku, aku ingin mati secepatnya, bersamanya, berulang kali." Asgar mengulangi lagi ucapannya, "kak, apa yang mami lakukan sampai kita dapat hukuman? Apa yang kamu lakukan dengan semua pecahan kaca ini?." Achilles hanya menggeleng dan menjawab. "Asgar, hiduplah seperti yang kamu mau saja, jangan pedulikan aku. Berbahagialah!" Laki-laki bersaudara itu hanya saling menguatkan, dan bertindak semaunya demi keinginannya tercapai. "Demi Arte, 'kan?" 2025©AISA

More details
WpActionLinkContent Guidelines