Hembusan Syair

Hembusan Syair

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 23, 2019
Otakku sering berkelana ke berbagai pintu Masuk ke berbagai bentuk dunia baru Menimbulkan berbagai melodi kata-kata baru Menari-nari mengikuti aliran syaraf Memunculkan berbagai macam rasa Lambat laun ia tumbuh semakin bertambah Kata-kata baru ini semakin menyumbat kerja otakku Tak jarang berakibat kata-kata yang lalu hilang Terganti dengan kata baru Aku ingin mengabadikan setiap bait kata ini Tapi, apalah daya otakku tidak sanggup untuk menampung setiap kata Maka... Ijinkanlah aku meniupkan kata-kata ini ke sistem otak kalian Aku ingin membagi rasa yang timbul dari setiap melodi kata ini Siap-siaplah membuka gerbang kerja otakmu Untuk menerima melodi kata ini yang ku kirimkan melalui Hembusan Syair _Kalau ingin digunakan untuk caption jangan lupa credits yaaa..._
All Rights Reserved
#348
sajak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Ombak Bintang || TXT [REVISI]
  • Aksara Tak Bertuan
  • Untaian Aksara | Na Jaemin
  • My Mother's Favorite Cashier
  • REANA [SELESAI]
  • 10 Detik, Goodbye!
  • Puisi Kemana Saja
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • mr.bean Ibrahim  End|

"Jika jatuh cinta itu luka, maka biarkan patah hati jadi cara menjadi dewasa paling menyakitkan meski lewat sebuah luka. Sebab, setelah seseorang mengalami patah hati, maka dia akan seperti dilahirkan kembali." Kau tidak akan pernah tahu sedalam apa rasa sakitku sampai itu jadi sebuah buku. Sengaja aku tuliskan semua ini untukmu. Tentang hubungan yang banyak lukanya. Aku yang tak pernah benar-benar kau anggap dan kau yang selalu membingungkanku dengan perasaan tidak jelasmu. Padahal, ego telah aku kalahkan. Gengsi telah aku hilangkan. Dan perasaan yang besar telah aku tunjukkan. Tapi, mengapa aku justru dengan mudah dilepaskan tanpa satu kata maap atau bahkan sebuah kalimat perpisahan? Tidak apa-apa. Aku kini sudah kembali baik-baik saja. Walau tak bisa dipungkiri, fase menyakitkan itu masih sesekali kembali melukai hati. Sebab, siapa yang tidak hancur saat cinta tulus diberikan begitu dalam, tetapi hatiku justru berakhir dihunjam dengan pisau tajam? Bila suatu hari nanti kau diberi musibah dan masalah yang bertubi-tubi, ingatlah aku sebagai seseorang yang pernah kau buat hancur berkali-kali. Tanpa merasa berdosa dan tanpa ingat kata maap sama sekali. rank cerita: #1 dalam poetry dari 20,6k [ 02/04/2023 ] #2 dalam sajak dari 28,3k [ 24/07/2022 ] #1 dalam poem dari 12,4k [ 23/07/2023 ] #1 dalam kata dari 15,5k [ 10/05/2023 ] #1 dalam prosa dari 4,25k [ 26/05/2023 ] #1 dalam antologipuisi [ 4/03/2023 ] #1 dalam bait [ 4/03/2023 ] #1 dalam senandika [ 4/03/2023 ] #2 dalam diksi [ 24/04/2023 ] publish : 2 Juli 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines