Enzi
  • WpView
    LECTURES 137,767
  • WpVote
    Votes 3,359
  • WpPart
    Chapitres 25
WpMetadataReadTerminé sam., oct. 9, 2021
"Satu kelas, satu sekolah, tapi gak harus satu rumah!"
(CC) Attribution Non Commerciale
#16
romamce
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Rumah Tanpa Pelukan
  • Aku Ingin Sukses
  • Di Bawah Langit Malioboro
  • Lawak Lucu Ejen Mata
  • Tentang Kita yang Pernah Hilang Arah (END)
  • saat remaja
  • ••❁ CRUSH ˚₊· ‌➳ LEO XODIAC ❁••
  • Gadis Dingin&Cowok Cuek [END]
  • 337 | FIQIH WANITA
  • Love In The Rain🌧

> "Aku bukan minta rumah besar... Aku cuma minta sedikit pelukan, dan tempat yang bisa kusebut 'aman'." Nirmala, siswi pintar peringkat atas, hidup dalam bayang-bayang rumah yang retak. Ayahnya, Dharma, seorang pria patriarkis yang kasar, pemabuk, penjudi, dan perokok berat. Ibunya, Aruma, wanita lelah yang perlahan kehilangan harapan dan melampiaskan stresnya pada anak semata wayangnya. Di sekolah, Nirmala tersenyum. Tapi di rumah, dia berjuang untuk bertahan. Sampai hadir Jevan - teman sekelas yang selalu bersaing dengannya di peringkat atas. Jevan yang melihat di balik mata kosong Nirmala. Jevan yang menjadi satu-satunya alasan Nirmala belum menyerah. Namun... seberapa lama seseorang bisa bertahan dalam gelap? Sebuah kisah menyayat hati tentang kekerasan dalam rumah tangga, perjuangan remaja melawan trauma, dan cinta yang hadir di tengah kehancuran. Jika kamu pernah merasa rumah bukan tempat pulang, kisah ini adalah untukmu. --- Trigger warning: Cerita ini mengandung tema kekerasan dalam rumah tangga, depresi, dan kehilangan. Bacalah dengan kesiapan mental. ---

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu