Syeilla

Syeilla

  • WpView
    Reads 564
  • WpVote
    Votes 429
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
( Slow update ) Hari ini gue udah siap jadi anak kelas 12 , setelah gue bangun dan ngerapihin tempat tidur, gue langsung mandi gila sih padahal baru pukul 05:00 kebayang ga tuh pas gue nyalain sower langsung ngenain badan gue dinginnya masyaallah gakuku ganana Dijab , Namanya juga murid teladan , pede banget ya gue? Hhe. Tokk tokk tokk "Sye cepetan sarapan."Ucap rafka nyuruh gue sarapan . "Bentar , gue lagi pake baju. "Kata gue teriak , Baru aja gue kelar mandi baru mau pakai baju seragam rafka udah manggil manggil mana suruh cepet cepet lagi dikira tangan gue ada sepuluh apa? Untung sabar. "Cepet woi udah jam 06:30 ."Ucap rafka padahal baru pukul enam kurang , bodoamat lah , mending gue kerjain aja ini anak . Batin rafka. "Cepetan ga! Kalau ga gue Ting..." "Oke gue keluar,UDAH PUAS TUAN RAFKA YANG TERHORMAT SEASIA TENGGARA!." Ucap gue langsung buka pintu gue liat dia lagi senderan di tembok kedua tangannya dilipat ke dada lalu dia balikin badan natap gue sambil senyum smirk , jujur gue takut kalau dia udah liatin kek gitu mukanya sangar. Syeilla gadis remaja sudah bersahabat dengan rafka sejak berusia 5 tahun hingga sekarang mereka selalu bersama tanpa dipisahkan oleh kedua orang tua nya . Apakah dalam persahabatan salah satu mereka ada yang ingin mengubah status persahabatan?
All Rights Reserved
#298
ngakak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tingkat Tiga
  • Friendship In Love
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • About a Diandra Story
  • Gue Jadi Istri Muda ?
  • GHAVARI
  • Still You (Completed)
  • Tentang Aku, kamu, dan Putih Biru
  • Secret Bad Nerdy Girls
  • RAVASYA [END]

"Kenapa ya mbak ada orang yang cakep banget gini di dunia?" jawabnya sembari menunjuk ke arahku. Mataku membulat. Bukan karena dia mengataiku sebagai perempuan yang cukup cantik, namun karena perubahan panggilan yang dia berikan padaku. "Mbak?" tanyaku memastikan. Alih-alih menggeleng atau mengelak, Rafka justru langsung mengangguk. "Iya. Mbak Caca." "Ngapain ikut panggil gue mbak?" "Biar lebih deket aja. Lo kan dipanggil mbak sama Keenan." "Ya dia kan adik gue." Balasku sengit. "Ya gue mau ikutan, Mbak. Kedengaran lebih gemes." Aku memutar bola mata jengah. "Gemes-gemes apaan. Lo mau jadi adik gue juga?" "Kalo jadi pasangan lo aja gimana?" "Kalo gitu jangan panggil mbak." Rafka menegakkan tubuhnya. "Lo serius?" "Soal apa?" "Lo mau jadi pacar gue." "Siapa yang bilang?" tanyaku berpura-pura bingung. "Tadi kak. Lo bilang gue jangan panggil lo 'mbak' kalo nggak mau dianggap jadi adik." "Artinya lo mau kan jadi pacar gue?" lanjutnya menuntut jawaban.

More details
WpActionLinkContent Guidelines