JERITAN SENDU

JERITAN SENDU

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 1, 2019
kemilau bintang itu selalu menyilaukan ketika sang malam datang mengunjungi ku disela sendu yang sedang menyergap hati. kejora nya indah bak permadani yang di rajut oleh kasih. tetapi semua nya tidak lagii terlihat indah ketika purnama kesepuluh menyeruak malam itu. sepi. senyap. sendu. menyergap diriku yang terdiam disudut ruangan kamarku. ku tak menyangka, malam itu adalah malam terindah yang terakhir bagiku sebelum semua orang didunia ini jahat kepadaku. aku tak tau lagi harus berbuat apa kepada diriku yang sekarang. mereka telah meninggalkanku. ayah dan ibuku, mereka asik dengan dunia mereka yang baru tanpa memikirkan diriku. dia, yang kucintai telah meninggalkanku tanpa pamit dulu, aku benci. sahabatku, ia tega meninggalkanku sendirian bersama kesunyian. sakit yang ku derita, heh. siapa yang peduli?. akankah aku kuat menjalani semua ini? atau aku akan mengakhiri segalanya dalam sekejap?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unfinished Goodbye
  • Sekeping Hati Yang Tertinggal.
  • Another Me
  • THat NIght
  • seribu tanya tak terjawab
  • All of the stars [Bulan's]
  • Backstreet
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • TAK BERSAMBUT
  • All The Small Thing

[Tahap revisi] "Karena mencintai tanpa dicintai kembali itu menyakitkan." Pernah mencintai sebegitunya hingga tak sadar bahwa kamu layak juga untuk dicintai, memperjuangkan orang yang entah hatinya untuk siapa, terus menunggu hingga kamu tak mengerti bagaimana rasanya ditunggu. Mengabaikan banyak orang demi satu hati yang kamu jaga dengan mati-matian. Keadaan memaksa kamu untuk berhenti berjuang dan mencoba melepaskan. Tetapi nyatanya hatimu enggan untuk merelakan. Meski terkadang dihantam lelah kamu tetap saja berjuang untuknya, meski kamu sadar, untukmu; dia tak pernah punya cinta. © Riyan Sekar, 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines