CAPING UDIK

CAPING UDIK

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 1, 2019
Puisi mengenai usaha para petani untuk merawat padi. Meskipun banyak orang-orang di luar sana, memandang sebelah mata profesi ini. Tetapi, para petani tetap merawat padi dengan semangat. Sehingga nantinya akan menjadi beras.
All Rights Reserved
#32
petani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis Kecil Beruntung Dari Peternakan yang Indah
  • Koi Little Fu Bao: Sembilan Saudara Mencintaiku Sampai Ke Langit
  • RIMBA MERUN
  • [END] Jenderal Wanita Berubah Menjadi Keluarga Kaya yang Berdarah
  • sayangnya cila ke ciara
  • Tentang Kamu [Completed]
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • PERTEMUAN CINTA DI APLIKASI

Ada sebuah keluarga bernama Ruo yang tinggal di dekat Sungai Xishui. Nasib mereka sangat buruk, seolah-olah mereka dirasuki oleh nasib buruk. Ketika semua keluarga memperoleh panen yang melimpah, keluarga Ruo tidak memperoleh hasil panen sama sekali, sayur-sayuran yang mereka tanam dimakan serangga, ayam-ayam yang mereka pelihara terserang wabah ayam, babi-babi yang mereka pelihara terserang wabah babi... Di dalam rumah itu banyak sekali laki-laki yang kuat, tetapi ada yang menjadi gila, ada yang menjadi cacat, dan ada yang menjadi buta. Keluarga yang lemah yang awalnya memiliki masa depan yang cerah, justru menjadi keluarga yang paling miskin di daerah itu. Satu-satunya hal yang membuat orang iri adalah keluarga Ruo dengan populasi yang besar! Nenek dari keluarga Ruo melahirkan enam orang putra, dan keempat putranya melahirkan empat orang cucu. Nenek dari keluarga Ruo selalu bermimpi melahirkan seorang anak perempuan. Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya seorang cucu perempuan lahir, tetapi tanpa diduga ternyata dia seorang yang bodoh. Dia berusia lebih dari tiga tahun tetapi tidak bisa berbicara, berjalan, atau bahkan makan, minum, buang air besar atau buang air kecil. Semua orang mengira keluarga Ruo itu tidak akan pernah bisa bangkit lagi di kehidupan ini! Sampai si idiot berusia tiga setengah tahun itu tiba-tiba berteriak, "Bu..." Dunia mulai berubah. Dunia mulai menjadi misterius. Buah kesemek di pekarangan keluarga Ruo matang dalam semalam, sayur-sayuran di ladang yang hampir dimakan serangga berubah menjadi hijau, dan ayam tua yang belum bertelur tiba-tiba bertelur... Sementara yang lain menderita kelaparan, lumbung keluarga Ruo penuh dengan biji-bijian. Si sulung sudah tidak gila lagi, si kedua sudah tidak cacat lagi, si ketiga sudah tidak buta lagi. Perempuan tua dari keluarga Ruo itu berkacak pinggang dan tertawa terbahak-bahak: "Siapa bilang Xuanbao-ku bodoh? Dia jelas bayi yang beruntung!" Novel Terjemahan Karya: 漸進

More details
WpActionLinkContent Guidelines