Story cover for Instan Feeling by faazajuno
Instan Feeling
  • WpView
    Reads 1,324
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 13
  • WpView
    Reads 1,324
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 13
Ongoing, First published Jul 01, 2019
Aku pengen kurus.
Sumpah.

Tapi entah kenapa, setiap lihat jajanan pinggir jalan, lidahku selalu lebih dulu jatuh cinta sebelum niat dietku sempat hidup.

Dunia ini nggak adil.
Kenapa orang kurus bisa makan banyak tapi badannya tetap aman sentosa, sementara aku yang makannya lebih dikit malah bobotnya seperti sedang balas dendam?

Aku juga pengen pakai OOTD lucu.
Ngopi di kafe bareng cowok.
Nongkrong sampai malam tanpa mikir lipatan di perut.
Pakai baju cantik-bahkan sedikit seksi-tanpa merasa bersalah pada timbangan.

Aku pengen kurus.
Banget.

Tapi diet itu... menyiksa.
Dan anak-anak SMP sekarang saja sudah berani pacaran di depan umum, sementara aku?
Jomblo sejak masih dalam kandungan sampai sekarang cuma pegang kartu mahasiswa.

Sedot lemak?
Boleh sih... kalau dompetku bukan dompet anak kuliahan.

Jadi pertanyaannya cuma satu:
ada nggak sih cara bikin kurus tanpa nyiksa?

Ada.
Katanya ada.
Dan mungkin...
di situlah semuanya dimulai.
All Rights Reserved
Sign up to add Instan Feeling to your library and receive updates
or
#553diet
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Heart & Vein END cover
Tobatnya 'Seorang' Buaya ✔ cover
Orang Ketiga cover
DANEL's cover
RASA YANG SAMA  cover
Something Lost. cover
Calandra [SUDAH TERBIT] cover
Alby There for You cover
DIETARY cover
Pacar Sengklek (On going) cover

Heart & Vein END

50 parts Complete Mature

Mimpi apa aku semalam? Dokter Heart datang ke rumah bersama kedua orang tua, berniat melamar. Parahnya, Ibu dan Bapak menerima pinangan. Aku yakin mereka sedang berinvestasi bodong. Manusia sepertiku, harusnya sulit mendapat jodoh. Seorang budak berscrub abu-abu, yang baru beberapa hari mahir mengambil darah. Memeluk kasur sekadar 5 jam sehari adalah prestasi membanggakan. Sekarang, aku didaulat mengabdi pada suami? Masalahnya adalah, dia residen Obgyn parlente menjijikan. Menebar senyum pada ibu-ibu hamil. Menjauh jika koas bau seperti kami mendekat. Apa yang dia harapkan? -------- -------- Karena di KBM APP dan KK, Senyummu Tampak Tak Baik-Baik Saja sudah tamat, aku mulai siapin cerita baru. Masih seputaran kehidupan asmara di rumah sakit. Semoga nggak bosen. Jangan lupa add to library/subscribe dulu. Ditunggu komen-komen cetarnya sebagai penyemangat aku menulis ya, teman. Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiksi karangan penulis. Semoga bisa memetik hikmah dan maafkan jika ada segala khilaf kesalahan dari tulisan ini.