Instan Feeling

Instan Feeling

  • WpView
    Reads 1,336
  • WpVote
    Votes 265
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 10, 2021
Aku pengen kurus. Sumpah. Tapi entah kenapa, setiap lihat jajanan pinggir jalan, lidahku selalu lebih dulu jatuh cinta sebelum niat dietku sempat hidup. Dunia ini nggak adil. Kenapa orang kurus bisa makan banyak tapi badannya tetap aman sentosa, sementara aku yang makannya lebih dikit malah bobotnya seperti sedang balas dendam? Aku juga pengen pakai OOTD lucu. Ngopi di kafe bareng cowok. Nongkrong sampai malam tanpa mikir lipatan di perut. Pakai baju cantik-bahkan sedikit seksi-tanpa merasa bersalah pada timbangan. Aku pengen kurus. Banget. Tapi diet itu... menyiksa. Dan anak-anak SMP sekarang saja sudah berani pacaran di depan umum, sementara aku? Jomblo sejak masih dalam kandungan sampai sekarang cuma pegang kartu mahasiswa. Sedot lemak? Boleh sih... kalau dompetku bukan dompet anak kuliahan. Jadi pertanyaannya cuma satu: ada nggak sih cara bikin kurus tanpa nyiksa? Ada. Katanya ada. Dan mungkin... di situlah semuanya dimulai.
All Rights Reserved
#769
kampus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JATUH GAK CUMAN SEKALI
  • Be My Medicine [REVISI]
  • 120 Lembar
  • Fat is ME [COMPLETED]
  • Tobatnya 'Seorang' Buaya ✔
  • RASA YANG SAMA
  • Gbk To Lovers: faldean
  • Alby There for You
  • Heart & Vein END
  • Pacar Sengklek (On going)

Siap! Aku bikin versi yang lebih gokil, penuh lawakan, dan bikin penasaran banget: "JATUH GAK CUMAN SEKALI" Zea cuma pengen sekolah dengan tenang. Tapi, hidup? Ah, dia kayak sinyal WiFi di dalam hutan nggak pernah stabil. Seminggu sebelum MPLS, Zea jatuh dari motor. Hasilnya? Badan lecet-lecet, jalan pincang kayak robot yang kehabisan baterai. Tapi semangat Zea? Tetap nyala, walau kakinya bilang, "Tolong, kasih aku istirahat dong!" Dengan gaya jalan ala zombie setengah patah itu, dia berangkat ke sekolah. Eh, siapa sangka? Itu baru babak pembuka dari drama kehidupan ala Zea. Mulai dari dipanggil "Pincang" oleh Gavin, cowok OSIS yang ngeselin tapi entah kenapa bikin Zea pengen ngelempar sepatu eh, tapi sepatu lagi di kaki yang pincang, jadi nggak bisa. Trus, dia nyasar ke UKS dan ketemu Rafael, kakak kelas yang gantengnya level dewa, sopannya level malaikat, bikin Zea hampir lupa kalau kakinya masih sakit. Drama makin kencang! Ada Acel, si jenius yang bablas soal cinta katanya paham, tapi prakteknya? Duh, bikin kita ketawa sampe perut keram. Terus Alenna, kakak sirkel yang super dewasa dia satu-satunya yang kayak alarm darurat kalau semuanya mulai kacau. Dan Arlan, cowok yang lebih sering nongkrong sama Gavin daripada ngurusin dirinya sendiri. Jadi, hidup SMA itu bukan cuma soal ngerjain PR, nilai, atau guru killer yang galak. Tapi soal patah hati yang nggak keliatan, tawa yang pecah-pecah, dan sahabat yang kadang lebih bikin pusing daripada pelajaran matematika. Pelajaran paling penting buat Zea? Ternyata yang paling bahaya bukan luka di kaki yang bikin jalan pincang. Tapi luka di hati yang datang tanpa peringatan dan itu jauh lebih nyesek daripada jatuh dari motor.

More details
WpActionLinkContent Guidelines