•Belum direvisi maaf jika chapter gak jelas, tanda baca kurang pas, dan banyak typo.
Pertemuan yang bisa dibilang biasa aja dan umm singkat, namun terkesan luar biasa menurut dirga ,seorang cowok yang bisa dibilang memiliki paras bak dewa yunani bahkan mendekati kata sempurnah ,holang kaya:),namun sifatnya yang dingin tapi sekali senyum membuat kaum hawa pada mabuk ●︿●.pertemuannya dengan seorang cewek yang memiliki sifat periang yang bernama icha atau marisa ,entah apa yang merasuki dirga karna dalam satu detik ia menyukai icha ,bahkan ia rela pindah ke SMA Pramudya ,sma tempat icha sekolah ,untuk mendapatkan gadis incaranya.
•
•
•
"oke mulai sekarang lho pacar gue" ucap dirga yang membuat icha membulatkan matanya .
" hah! Demi oppa taehyung yg nggak bakalan jadi jodoh gue ,apa lu bilang mulai sekarang gue jadi pacar lu ,kenal aja kagak ," ucap icha dengan suara lantang .
•
•
•
Namun sikap dirga yang kadang possesive ,manja ,dingin ,gaje,suka ngatur-ngatur ,bahkan bisa dibilang overprotektif,itu membuat icha kesal karna ia gadis yang menyukai kebebasan dan sekarang ia dikekang sama cowok yang maksa dia jadi pacarnya ,whatthe_-.di tambah lagi ia tak mempunyai pengalaman yang namanya pacaran,ia gak pernah pacaran ,bagaimana caranya ia menghadapi dirga?...
Wah ,bagaimana yah kelanjutannya?
Akan kah hubungan icha dan dirga berjalan mulus, semulus kertas karton?
Ato berjalan dengan kasar sekasar sikat WC?
Udah kuy baca cerita aku jangan dibaca deskripsinya ,tambahkan diperpustakaan kalian ,dibaca jangan dijadiin hiasan aja,makasih.
Warning:jika kalian melihat tanda bintang dipojok sebelah kiri ,harap ditekan untuk memberikan dukungan cerita ini:)
Typo bertebaran ,kata-kata non baku ,kalo ada kesalahan kepenulisan mohon maaf .
By:indah p
"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?"
"Nggak kok."
"Serius?"
"Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..."
Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu.
"... gue takut lo bunuh diri, Ay."
"Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis.
"Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri."
"Dasar cowok gila!"
"Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!"
Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.