Untuk Rasa?

Untuk Rasa?

  • WpView
    Reads 1,571
  • WpVote
    Votes 133
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 17, 2020
"Kenapa semua orang begitu sulit mengerti gue. Hati dan lisan gue jauh bertolak belakang." 'Jika gue bilang pergi maka artinya lo harus tetap disini' -Amara Arshadista. **** "Jangan sedih. Sedih hanya untuk orang lemah. Lo harus kuat, sama halnya seperti gue."lelaki tersebut menjeda kalimatnya, lalu menatap kedua bola mata gadis disampingnya sendu. "Mungkin sebagian banyak orang lebih menyukai fajar ketimbang senja. Namun, entah untuk sebuah alasan apa justru gue lebih memilih menyukai senja. Seperti yang gue bilang tadi. Senja membuat gue candu." -Langit Pratama.
All Rights Reserved
#49
loves
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit dan Lukanya
  • Delan [slow update]#SMW
  • Diary [COMPLETED]
  • Coretan Senja
  • FASE
  • Sandyakala [TAMAT]
  • Langit Senja [end]
  • KEPERGIAN SENJA
  • Fajar & Senja

Sebelum baca cerita nya, jangan lupa buat follow akun me ya. " za, diantara langit , apa yang paling kamu sukai ? " Arasya melepaskan pelukannya, menatap lekat mata lelaki itu dengan mata indahnya. " Senja, " Jawab Nya tersenyum manis. "Kenapa?" Ia kembali bertanya. " Karena senja tidak pernah mengeluh ketika keindahan nya diganti oleh langit malam, ia akan tetap kembali dihari esoknya dengan membawa kembali sejuta bahagia baru, " jawab nya dengan senyuman yang tak lepas dari bibir nya . " Mengapa tidak pelangi saja ? Ia memberikan warna tersendiri di langit , lukisan nya mampu membuat kita tersenyum, " ujar Arasya menyela . "Pelangi memang indah , warna nya melukiskan sesuatu yang berarti di langit , namun ketika waktunya usai, pelangi akan menghilang kembali, pelangi dan warna nya akan pergi tanpa pernah tau kapan ia akan kembali, " jawaban nya dapat membuat gadis itu diam menatap nya dan bergelut dengan pikirannya sendiri, entah apa yang dipikirkannya setelah mendengar penuturan lelaki itu, hanya dia dan tuhan yang tau. " Kalau kamu ? Apa yang kamu suka ? " Giliran dirinya yang bertanya pada gadis itu . " Langit. " ucapnya dengan mata berbinar. Lelaki itu mengernyitkan dahi nya , seolah memberi isyarat akan pertanyaan "Alasannya?" Dengan senyuman yang mengembang di bibir manisnya , Arasya menjawab dengan antusias . " Karena langit menyimpan begitu banyak arti , langit dengan sejuta kesabarannya menanti pagi menjadi malam dan malam menjadi pagi , ia membiarkan matahari dan bulan saling terjaga dimalam hari ataupun siang hari , bahkan senja dan pelangi tak kan hadir tanpa adanya langit ," gadis itu menjawab dengan tersenyum menatap ke arah langit , lalu kembali menatap lelaki itu , Zaki sedari tadi hanya memperhatikan wajah cantik arasya yang sedang bercerita, wajahnya yang teduh membuat nya nyaman terus menerus menatap nya .

More details
WpActionLinkContent Guidelines